jelajah

Sunan Bayat Apakah Termasuk Wali Songo? Mengulik Kisah Murid Sunan Kalijaga yang Konon Punya Karomah Mengutuk Manusia Jadi Domba

Selasa, 16 Juli 2024 | 11:00 WIB
Ilustras - Sunan Bayat konon memiliki karomah yang bisa mengutuk manusia jadi domba. (Tangkapan Layar YouTube Maos Sholawat.)

 

SketsaNusantara.id - Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Wali Songo merupakan sembilan wali pilihan Allah SWT atau waliyullah yang berperan besar dalam penyebaran ajaran agama Islam di tanah Jawa.

Di balik perjalanan Wali Songo menyiarkan ajaran agama Islam, ternyata dapat tokoh ulama lain yang terkenal pada daerah-daerah tertentu di tanah Jawa. 

Salah satunya adalah Sunan Bayat. Namanya cukup terkenal di kalangan masyarakat Jawa Tengah yang merupakan pemberian sang guru yakni Sunan Kalijaga.

Baca Juga: 3 Keistimewaan Puncak Gunung Lawu, Memiliki Lebih dari Satu Puncak! Salah Satunya Hargo Dalem

Sunan Bayat menyebarkan agama Islam di wilayah Tembayat atau Bayat, Klaten hingga Semarang, Jawa Tengah.

Bahkan, masyarakat ada yang menyebut Sunan Bayat sebagai Wali Songo karena sosoknya dikisahkan memiliki karomah atau keistimewaan yang dapat mengubah kepala manusia menjadi domba. 

Karomah merupakan kesaktian di luar kemampuan manusia yang biasanya hanya diberikan oleh Allah SWT kepada orang-orang pilihan termasuk Wali Songo.

Baca Juga: Konsep Ketuhanannya Sama dengan Islam, Inilah Agama Leluhur Nusantara yang Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu

Lantas, apakah Sunan Bayat juga termasuk Wali Songo? Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Klaten, berikut penjelasan mengenai Sunan Bayat dan kisah keistimewaannya saat menyebarkan agam Islam di Jawa Tengah.

Menurut catatan sejarah, Sunan Bayat memiliki nama kecil Sayyid Hasan Nawawi atau Raden Kanji yang merupakan putra Sayyid Maulana Hamzah atau Pangeran Tumapel Lamongan dan masih keturunan dari Sunan Ampel.

Sunan Bayat merupakan murid dari Sunan Kalijaga. Ia adalah putra menantu dari Ki Ageng Pandanaran yang merupakan pendiri Kota Semarang.

Baca Juga: Belajar Kesederhanaan dari Gethuk, Jajanan Unik Khas Jawa yang Memiliki Cita Rasa Manis dan Legit Ketika Disantap

Sunan Bayat dahulu pernah menggantikan Ki Ageng Pandanaran menjadi Bupati Semarang pada abad ke-16. Sebagai pemimpin kedua Semarang, Sunan Bayat juga diberi gelar oleh masyarakat sebagai Sunan Pandanaran II.

Halaman:

Tags

Terkini