jelajah

250 Anak Tangga Makam Sunan Bayat: Petualangan Mistis di Makam Sunan Bayat yang Wajib Anda Kunjungi!

Selasa, 16 Juli 2024 | 08:45 WIB
Mendaki 250 anak tangga makam Sunan Bayat di Klaten. (Tangkapan Layar YouTube/MG TV.)

Sesampainya di pelantaran makam, pengunjung diharuskan melepas alas kaki.

Di pintu masuk utama, terdapat sebuah masjid tua dengan bedug berusia ratusan tahun.

Baca Juga: Kenapa Ada Banaspati dan Monyet di Pohon Tauhid Gunungan Wayang Kulit? Inilah Bukti Kecanggihan Dakwah Wali Songo di Nusantara

Tidak jauh dari masjid, terdapat sebuah pendopo yang dihuni oleh juru kunci.

Di sini, pengunjung bisa meminta izin untuk masuk dan menyampaikan niat mereka berziarah.

Setelah mendapatkan izin, pengunjung akan melanjutkan perjalanan melalui jalan yang dikelilingi oleh ratusan makam pengikut dan kerabat Sunan Pandanaran.

Tujuan utama adalah Cungkup Makam Sunan Pandanaran, tempat tertinggi di area makam.

Baca Juga: Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud

Di sini, Sunan Bayat, istri, keluarga, dan pengikut terdekatnya dimakamkan dalam bangunan kayu yang dikelilingi kain putih.

Di sekitar makam, terdapat dua gentong tua yang diyakini sebagai peninggalan Sunan Bayat saat masih hidup.

Seluruh bangunan di kompleks makam ini terjaga dengan baik, memperkuat nuansa sejarah yang kental.

Dikenal sebagai Ki Ageng Pandan Arang sebelum menjadi Sunan Pandanaran, ia memiliki peran penting dalam sejarah Kota Semarang dan penyebaran agama Islam di Jawa.

Baca Juga: Lokasi Makam Syekh Jumadil Kubro Semarang, Tokoh Penyebar Islam yang Dikenal Sebagai Bapak Wali Songo

Setelah menjabat sebagai bupati Semarang kedua, ia akhirnya menetap di Tembayat (sekarang Bayat) dan menyebarkan ajaran Islam di bawah bimbingan Sunan Kalijaga.

Karena kesaktiannya, ia berhasil mengajak banyak orang untuk memeluk Islam, dan dikenal dengan berbagai nama yakni Sunan Tembayat, Sunan Bayat, dan Sunan Pandanaran.

Halaman:

Tags

Terkini