jelajah

Kenapa Yogyakarta Disebut Daerah Istimewa? Sejarah 4,5 Tahun Sultan Jogja Tanggung APBN Indonesia, Sisanya Siapa?

Minggu, 14 Juli 2024 | 14:45 WIB
Ilustrasi Keraton Kasultanan Yogyakarta. (Instagram.com/@kratonjogja)

"Kurang lebih 4,5 tahun ya seluruh APBN Republik Indoensia ditanggung Sultan," katanya.

Dari tahun 1946 sampai 1950 Yogyakarta menjadi Ibukota Negara sementara menggantikan Jakarta dan seluruh APBN ditanggung Sultan Yogyakarta Hamengkuwubowono IX.

Baca Juga: 7 Kota di Indonesia Penghasil Wanita Cantik! Khusus yang Jomblo Jangan Mau Sampai Ketinggalan, Jakarta Termasuk?

Selain itu, alasan lain kenapa Jogja disebut sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta karena ada kisah di balik 6 juta Gulden terakhir Sultan Hamengkubuwono IX.

6 juta Gulden itu diberikan kepada Bung Karno untuk dipakai untuk melanjutkan pemerintahan di Jakarta.

"Pakailah ini, lanjutkan pemerintahan di Jakarta, ini milik terakhir Jogja, Jogja sudah tidak punya apa-apa lagi," ujar Ustadz Salim A. Fillah gambarkan percakapan Sultan Yogyakarta kepada Bung Karno.

Baca Juga: Tidak Disangka! Inilah 10 Kota Terpanas di Indonesia Menurut BMKG: Jangan Lupa Pakai Sunscreen Kalau ke Sini

Saat Indonesia telah merdeka, pemimpin Yogyakarta yaitu Sultan Hamengkubuwono IX dan Adipati Paku Alam kompak menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.***

Halaman:

Tags

Terkini