jelajah

Kenapa Yogyakarta Disebut Daerah Istimewa? Sejarah 4,5 Tahun Sultan Jogja Tanggung APBN Indonesia, Sisanya Siapa?

Minggu, 14 Juli 2024 | 14:45 WIB
Ilustrasi Keraton Kasultanan Yogyakarta. (Instagram.com/@kratonjogja)

"Pada awalnya dua-duanya daerah istimewa , begitu terjadi proklamasi kemerdekaan punya maklumat kepada rakyat," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

 Baca Juga: Tahun 1926 Jadi Pasar Terindah di Pulau Jawa, Kini Bersaing dengan Gedung-Gedung Modern

Saat Indonesia memproklamirkan Kemerdekaan, 2 wilayah istimewa Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta bergabung dengan RI.

"Bergabung dengan Republik Indonesia untuk menjadi wilayah yang independen sebagai daerah istimewa, Sultan dan Sunan tetap memegang kedaulatan," katanya.

Menilik sejarak mengapa Yogyakarta memiliki embel-embel nama Daerah Istimewa karena ada peran dari sang Sultan Hamengkubuwono IX.

Baca Juga: Keampuhan Pusaka Joko Tingkir, Kakek Moyang Gus Dur Dibuat Lolos dari Ancaman Keris Kyai Setan Kober Arya Penangsang

Sultan Hamengkubuwono IX disebutkan adalah seorang yang visioner dan pendukung Republik Indonesia secara militan.

Terbukti saat Indonesia melakukan Perjanjian Linggarjati dengan bangsa penjajah yang melahirkan kesepakatan kalau Jakarta bukan lagi wilayah RI.

Saat awal kemerdekaan Indonesia memang masih mengalami amsa sulit untuk bangkit bersaa Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Baca Juga: Keampuhan Pusaka Joko Tingkir, Kakek Moyang Gus Dur Dibuat Lolos dari Ancaman Keris Kyai Setan Kober Arya Penangsang

Kondisi ini menjadikan Indonesia tidak memiliki ibukota negara, sehingga Sultan Hamengkubuwono IX memberikan usulan kepada Bung Karno.

"Sultan langsung menawari Bung Karno untuk pindah ibukota di Jogja," ujar Ustadz Salim A. Fillah.

Di sini lah sejarah mengapa Jogja disebut dengan embel-embel Daerah Istimewa Yogyakarta atau DIY.

Baca Juga: Benarkah Islam Sudah Masuk di Sumatera Sejak Masa Khalifah Utsman bin Affan? Ternyata Ini Asal-usulnya...

Bukan hanya karena pernah menjadi Ibukota Negara Republik Indonesia setelah kemerdekaan, tapi juga karena Sultan Jogja tanggung APBN Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini