SketsaNusantara.id - Yogyakarta dikenal sebagai sebuah wilayah yang kental dengan budaya Jawa.
Wilayah Provinsi Yogyakarta dikenal dengan Sebutan Daerah istimewa atau D.I. Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki catatan sejarah yang panjang mulai dari zaman kerajaan, kolonial, hingga zaman kemerdekaan.
Sampai saat ini nilai budaya dan adat di Jogja masih dilestarikan mengikuti aturan Keraton Yogyakarta.
Dipimpin oleh seorang Sultan yang dikenal dengan nama Hamengkubuwono, aturan di wilayah Jogja tak lepas dari pemerintah Indonesia.
Mungkin berbeda dengan wilayah lain yang tak memiliki embel-embel Daerah Istimewa, sejarah panjang di tanah Jawa telah merekam semua asal-usulnya.
Baca Juga: Tidak Banyak yang Tahu! Hilangnya 18 Kabupaten dan Kota dari Peta Indonesia: Penyebabnya karena...
Selain Yogyakarta, wilayah Surakarta juga memiliki seorang Sultan yang disebut Pakubuwono.
Awalnya, kedua wilayah ini adalah satu kesatuan Kerajaan Mataram, namun akhirnya dipecah menjadi 2 bagian berdasarkan cacah atau jumlah penduduk.
Pembagian wilayah Kerajaan Mataram tertung dalam Perjanjian Giyanti yang menyepakati pembagian wilayah Keraton Kasunanan Surakarta dan Keraton Kasultanan Yogyakarta.
Lalu, kenapa Yogyakarta disebut Daerah Istimewa? sedangkan Surakarta tidak bergelar Daerah Istimewa Surakarta?
Dikutip SketsaNusantara.id dari penjelasan Ustadz Salim A. Fillah di Youtube Wawacanda Abdel Achrian yang diposting 15 Februari 2024, 2 wilayah yang meliputi Surakarta dan Yogyakarta sama-sama istimewa.