Kedua wali pun merasa kecewa melihat aksi tersebut. Mereka pun memberikan peringatan kepada warga sekitar untuk tidak menjual nasi.
Bahkan konon pada waktu itu dipercaya menjual nasi tidak akan laku. Sehingga mereka menjual lontong atau lentog.
Lentog tanjung pun dijual keliling dengan cara dipikul. Sampai sekarang, kuliner legendaris dalam sejarah Wali Songo ini masih ada di Kudus.
Kerap digunakan sebagai sajian sarapan pagi hari. Porsi yang tidak terlalu mengenyangkan, cocok untuk mengganjal lapar saat sarapan.
Apalagi saat ini sudah semakin banyak tambahan topping yang disuguhkan untuk satu porsi lentog tanjung.
Semakin nikmat jika sajian ini disantap ketika masih hangat. Membuat momen sarapan semakin berkesan.***