jelajah

Pulau Ini Jadi Wilayah Paling Utara di Indonesia, Jaraknya Hanya 48 Mil dari Filipina! Transaksi Masyarakatnya Gunakan Uang Peso?

Selasa, 9 Juli 2024 | 07:15 WIB
Ilustrasi - Pulau terluar di Indonesia. ( Pixabay/pexels.)

SketsaNusantara.id - Semenjak zaman dahulu masyarakat Indonesia sering mendengar tentang ungkapan dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote.

Ungkapan tersebut merujuk pada wilayah yang menandai batas barat, timur, utara, selatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Salah satu wilayah yang menandai batas wilayah Indonesia adalah Pulau Miangas, yang menjadi wilayah paling utara di Indonesia.

Baca Juga: Kitab Kutawa Manawa: KUHP Era Kerajaan Majapahit, Tegas hingga Aneh, Ada Hukuman untuk Koruptor dan Tukang Selingkuh

Pulau Miangas merupakan daerah yang termasuk dalam kategori wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) karena daerah paling utara di Indonesia serta berbatasan dengan Filipina.

Dilansir SketsaNusantara.id dari website Kominfo, Pulau Miangas merupakan pulau yang memiliki luas sekitar 3.2 km2 dengan berpenduduk sekitar 763 jiwa.

Nama Miangas memiliki makna "terkena pembajakan", hal itu karena wilayah ini kerap menjadi sarang bajak laut dari Mindanao pada masa lalu.

Baca Juga: Mau Nyobain Nasi Goreng Gila di Malang? Mampir di 'Nasi Gendut' Rasanya Nendang dan Mantep! Lokasinya…

Pulau ini sendiri secara administratif berada di wilayah Desa Miangas, Kecamatan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Pulau ini menjadi wilayah paling utara dari Indonesia bahkan hanya berjarak 48 mil atau 77 km dari Filipina dibandingkan ke Manado, ibu kota Provinsi Sulawesi Utara yakni 324 mil atau 521 km.

Lantaran jaraknya yang sangat jauh dari wilayah Indonesia lainnya, Miangas sendiri lebih sering berhubungan dengan wilayah Filipina bahkan juga memakai mata uang Peso.

Baca Juga: Restoran Estetik Tepi Pantai, Rasakan Sensasi Bali di Yogyakarta dengan View Laut Langsung

Mayoritas penduduknya adalah Suku Talaud dengan mata pencaharian sebagai nelayan dan ikan menjadi komoditas utamanya.

Sebagai wilayah terluar, pemerintah membangun berbagai akses pendukung bagi masyarakat seperti jaringan telekomunikasi, radio, hingga televisi serta membangun bandara pada tahun 2016.

Halaman:

Tags

Terkini