jelajah

Kejawen dan Jejak Sultan Agung dalam Pembentukan Islam-Jawa hingga Tradisi dan Ritual yang Masih Dilakukan

Sabtu, 6 Juli 2024 | 22:00 WIB
Sosok Sultan Agung yang ada andil dalam perkembangan Sastra Islam Kejawen (Tangkap layar Film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta)

 

SketsaNusantara.id - Kejawen sering dianggap sebagai Agama asli masyarakat Jawa.

Saat agama Islam masuk ke Pulau Jawa, muncullah istilah di masyarakat berupa Islam Kejawen.

Lantas apa itu Kejawen dan mengapa muncul istilah Islam Kejawen di masyarakat khususnya orang Jawa?

Baca Juga: Kalender Jawa: Penanggalan Paling Rumit di Dunia Peninggalan Sultan Agung, Simbol Akulturasi Islam dan Budaya Jawa

Pada dasarnya kejawen bukanlah agama seperti anggapan sebagian orang.

Kejawen lebih tepatnya adalah sebuah kepercayaan yang dimiliki sebuah etnis di Pulau Jawa.

Kejawen juga dinilai sebagai ilmu yang mengajarkan tata krama atau pedoman dalam berkehidupan yang baik.

Baca Juga: Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir

Dilansir SketsaNusantara.id dari Portal Informasi Indonesia, budaya Kejawen merupakan proses perpaduan kepercayaan asli masyarakat Jawa dengan agama pendatang seperti Islam, Budha, Hindu hingga Kristen.

Di mana kepercayaan asli masyarakat Jawa tak lepas dari animisme dan dinamisme.

Dalam Kejawen, manusia didorong untuk tetap taat pada Tuhannya hingga seiring berjalannya waktu, muncullah istilah Islam Kejawen, Hindu Kejawen, Kristen Kejawen dan sebagainya.

Baca Juga: Ada Sejak 200 Masehi, Air Pemukiman Kuno di Temanggung Jadi Rebutan Warga di Malam 1 Suro, Sunan Kalijaga Pernah ke Sini

Menurut Anthony Reid dalam bukunya Southeast Asia in the Age of Commerce 1450-1680, kekuatan Kejawen menjadikan Islamisasi Jawa cukup unik dibandingkan perkembangan Islam di Asia Tenggara.

Halaman:

Tags

Terkini