jelajah

Ritual Mistis Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang, Ada Prosesi Khusus untuk Pengharapan Agar Sumber Air Tetap Mengalir

Sabtu, 6 Juli 2024 | 17:00 WIB
Suasana Hutan Bambu di Lumajang (Instagram/@hutan_bambulumajang)

SketsaNusantara.id - Bulan Suro telah tiba, biasanya ada banyak ritual yang dilakukan masyarakat di beberapa wilayah yang telah rutin dan menjadi tradisi sejak dulu. 

Bulan Suro lekat dengan bulan yang sakral dan penuh keramat. Hal ini menjadikan banyak tradisi serta ritual dilakukan secara khusus pada bulan Suro. Biasanya berupa penghormatan, ritual pensucian, dan doa-doa persembahan agak diberikan keselamatan. 

Berrsamaan dengan Tahun Baru Islam, perayaan untuk memperingati bulan Suro biasanya dilakukan di berbagai wilayah dengan ritual dan tradisi yang beragam. 

Baca Juga: Mengenal 2 Permaisuri Sultan Agung, Nama Asli hingga Keturunan yang Menjadi Putra Mahkota

Salah satunya adalah tradisi dan ritual unik namun sarat dengan mistis di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dilansir SketsaNusantara dari website disparbud.lumajangkab.go.id, tradisi ritual khusus ini disebut Grebeg Suro yang rutin dilakukan di Hutan Bambu yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Ritual ini biasanya dilakukan setiap tanggal 1 Suro. Grebeg Suro merupakan ritual sebagai wujud persembahan rasa syukur atas hasil panen dan sumber air yang melimpah sepanjang tahun. 

Ritual diadakan dengan arakan hasil bumi yang berbentuk gunungan dengan jumlah banyak. Isinya diantaranya adalah padi, jagung, sayuran yang menjadi makanan pokok dan juga buah-buahan.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Tradisi Larap Slambu di Gunung Kemukus Sragen, Prosesi Malam 1 Suro Kompleks Makam Pangeran Samudro

Satu lagi ritual unik dan mistis dalam Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang ini, yaitu mengubur kepala sapi di dekat sumber mata air Hutan Bambu Lumajang. 

Hal ini merupakan pengharapan sekalogus doa agar sumber air tepat melimpah dan mengalir sepanjang tahun. Biasanya secara simbolis, penanaman kepala sapi ini dilakukan oleh kepala desa Sumbermujur.

Masyarakat percaya bahwa dengan adanya tradisi ritual mengubur kepala sapi ini mampu mengundang Yai Lantung. Biasanya wujudnya akan menampakkan diri di dekat kepala sapi yang dipendam. Yai Lantung bisanya menampakkan diri dalam sosok seperti belut besar. Yai Lantung merupakan sosok spiritual yang dipercaya sebagai penjaga mata air di Hutan Bambu Lumajang. 

Sebagian masyarakat percaya bahwa ritual Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang ini bisa mendatangkan keberkahan dan kemakmuran sepanjang tahun. 

Baca Juga: Apa Itu Jamasan Pusaka Malam 1 Suro di Solo? Ini 4 Fakta Tradisi Masyarakat Jawa dan Ada Tahapan Penting Nggak Boleh Ngawur

Halaman:

Tags

Terkini