Tak hanya ritual semata, masyarakat tang jadir juga bisa menikmati seni tari yang diciptakan dari kearifan lokal setempat yaitu tari oleng. Tarian oleh diilhami dari kisah Yai Lantung, sang penjaga sumber mata air di Hutan Bambu Lumajang.
Pada akhir acara semua warga dan masyarakat yang hadir akan turut serta menikmati tumpeng bersama-sama. Hal ini diyakini bisa mendapatkan berkah dan kebahagiaan dari ritual Grebeg Suro di Hutan Bambu Lumajang.***
Artikel Terkait
Kenapa Awal Tahun Jawa dan Islam Sama? Sejarah Bulan Suro yang Dianggap Keramat Masyarakat Jawa dan Muharram di Kalender Hijriah
Legendaris Sampai Sekarang, Santapan Kesukaan Wali Songo! Kuliner Ini Gak Pernah Skip Untuk Malam 1 Suro
Pelaksanaannya Bersamaan, Ternyata Inilah Alasan Sultan Agung Satukan Perayaan 1 Suro dan Muharram untuk Masyarakat Jawa
5 Fakta Menarik Kebo Bule Kyai Slamet Kesayangan Pakubuwono II yang Ikut Kirab 1 Suro Keraton Surakarta, Kerbau Keramat?
Kapan Malam 1 Suro 2024? Ini Jadwal Pergantian Tahun Baru dalam Kalender Jawa Sebagai Momen Sambut Tahun Baru Islam
5 Fakta Kirab 1 Suro Keraton Kasunanan Surakarta: Jumlah dan Jenis Hewan, Pusaka, Waktu, Rute, hingga Ritual yang Dilakukan
Anak-anak Boleh Ikut, 5 Tradisi Malam 1 Suro di Berbagai Daerah di Pulau Jawa, Mulai Jamasan Pusaka Hingga Pawai Obor