SketsaNusantara.id - Indonesia dikenal memiliki bangunan candi paling megah di dunia, Candi Borobudur, candi yang oleh UNESCO dimasukkan sebagai salah satu 7 keajaiban dunia.
Candi Borobudur sendiri dalam sejarah disebut sebagai candi yang dibangun oleh satu wangsa yakni Wangsa Syailendra.
Wangsa Syailendra masih menjadi perdebatan sejumlah sejarawan terkait asal usul dari mana wangsa ini berasal.
Baca Juga: Ini Alasan Majapahit Tak Mampu Taklukkan Kerajaan Sunda Pajajaran yang Kekuasaannya Jauh Lebih Kecil
Meski masih menjadi perdebatan asal muasal wangsa ini namun pada kenyataannya, sejarah sudah mencatat bagaimana wangsa ini bisa membangun bangunan megah dengan arsitektur dan detail yang begitu menakjubkan.
Untuk mengetahui apa dan bagaimana candi terbesar di dunia warisan budaya yang dilindungi UNESCO ini, berikut penjelasannya dilansir dari SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube TaksakaSeta.
Sir Stamford Raffles menemukan Borobudur
Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan Borobudur pada tahun 1814 ketika ditemukan oleh Sir Stamford Raffles yang saat itu menjabat sebagai gubernur jenderal Inggris atas Jawa.
Pada saat ditemukan, Candi Borobudur masih dalam kondisi berantakan, banyak stupa yang berserakan dan banyak yang tak terlihat bentuknya.
Lalu pada tahun 1975 hingga tahun 1982, gabungan pemerintah Indonesia dan UNESCO melakukan sejumlah pemugaran sebagai bentuk penyelamatan.
Hingga akhirnya, hasil pemugaran itu mengantarkan Candi Borobudur masuk daftar situs warisan budaya dunia.
Hingga saat ini, setiap peringatan Tri Suci Waisak, umat Budha seluruh dunia akan berkumpul disini untuk memperingatinya.
Sejarah nama Borobudur