Sepanjang menyambut 1 Suro atau Tahun Baru Islam, diadakan tradisi yang dinamakan dengan Buka Luwur Sunan Kudus.
Baca Juga: 'Gusjigang' Sebuah Wasiat Sunan Kudus yang Punya Makna Mendalam untuk Mengubah Hidup
Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu. Sampai sekarang masih dilestarikan dari generasi ke generasi.
Seperti mengutip dari website ppid.kuduskab.go.id, bahwa tradisi ini dilakukan untuk menghormati Sunan Kudus sebagai leluhur.
Biasanya dilaksanakan setiap satu tahun sekali dalam pergantian Tahun Baru Islam. Atau sepanjang Muharram.
Ada berbagai macam tradisi yang dilakukan ketika Buka Luwur Sunan Kudus ini dilakukan. Salah satunya adalah membagikan bubur asyura.
Yakni kuliner yang juga menjadi kesukaan Wali Songo dalam menyambut malam 10 Muharram setiap satu tahun sekali.
Biasanya santapan tersebut akan mulai dibagikan kepada masyarakat pada tanggal 9 Muharram.
Baca Juga: Penuh Doa dan Harapan, Ini 3 Tradisi Malam 1 Suro, Simak Jadwal Beserta Makna Ritualnya
Mereka juga membagikan sego brekat kepada warga Kudus sebagai bentuk sedekah. Mereka berharap sedekah ini dapat membagikan keberkahan kepada warga yang turut menyantapnya.
Tradisi ini bukan mitos semata sebab sudah dilakukan secara turun-menurun. Warga pun sudah merasakan dampak positifnya.
Dengan begitu, sosok Sunan Kudus yang sudah berjasa bagi wilayahnya akan terus dikenang dari generasi ke generasi.
Tidak hanya itu, dengan adanya tradisi sedekah ini juga mendatangkan keberkahan dan kebersamaan warga Kudus.