jelajah

Kemarau Panjang Pilih Berkelahi? Okol, Gulat Tradisional Asal Pamekasan, Cara Unik Orang Madura Memanggil Hujan

Rabu, 3 Juli 2024 | 15:28 WIB
okol, gulat tradisional asal Pamekasan yang menjadi cara unik orang Madura dalam memanggil hujan. (BPCP Jatim)

Misalnya, peserta Okol dilarang memelihara kuku. Saat pelaksanaan Okol, peserta wajib bertellanjang dada alias dilarang mengenakan baju atasan.

Baca Juga: Tradisi Cari Berkah dari Dalang Sakti di Pati: Kisah Dalang Soponyono dan Nyai Sabirah hingga Larangan Jualan Nasi

Tak itu saja, dalam Okol, peserta dilarang memukul, menjotos maupun menggigit lawan tandingnya.

Peserta dituntut mengedepankan teknis, kekuatan, ketangkasan dan strategi saat mengikuti gulat tradisional okol.

Peserta yang dinyatakan kalah, adalah mereka yang jatuh lebih dahulu ke tanah dibandingkan lawannya.

Baca Juga: Sejarah Tradisi Tentang Asal Usul Festival Makan Bakcang 2024, Bermula dari Aksi Warga Chinese dalam Mencari Menteri yang Hilang

Layaknya sebuah pertandingan Gulat, Okol tak hanya diikuti oleh peserta belaka. Namun juga ada wasit, penonton dan sejumlah aturan yang harus diikuti. 

Yang menarik, sebelum Okol dilaksanakan, digelar pula kegiatan tahlilan atau istighosah sehari sebelum kegiatan berlangsung.

Yang jelas, tradisi Okol merupakan salah satu bukti dari kekayaan warisan budaya tak benda masyarakat Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga: Padahal Cuma Lihat Sapi Tapi Bisa Sedot Daya Tarik Wisatawan, Ini Keistimewaan Tradisi Unik di Pasuruan Untuk Memperingati Hari Raya Idul Adha

Tujuannya untuk mewujudkan nilai-nilai, tradisi, dan semangat kebersamaan daerah tersebut dan menjadi semakin memperkaya warisan budaya nusantara.***

Halaman:

Tags

Terkini