SketsaNusantara.id- Keanekaragaman tradisi dan budaya nusantara, memang seakan tidak pernah habisnya.
Masing-masing daerah, memiliki tradisi unik yang menjadi ciri khas masing-masing yang tidak dimiliki daerah lain.
Salah satunya adalah Okol, tradisi memanggil hujan yang lazim dilakukan Masyarakat Madura saat kemarau berkepanjangan.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, okol berasal dari Kabupaten Pamekasan, Madura.
Bentuknya adalah olahraga tradisional, yaitu semacam gulat yang dilakukan oleh dua orang pria yang saling berlawanan.
Yang unik, Okol dilaksanakan sebagai bentuk tradisi dan ritual masyarakat Madura untuk memohon turunnya hujan bila musim kemaraudatang berkepanjangan.
Baca Juga: Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja
Laras dengan namanya, Okol berarti tenaga atau kekuatan. Sehingga gulat tradisional Okol ini dilaksanakan oleh dua orang peserta yang beradu otot dan kekuatan.
Jauh-jauh hari sebelum Okol dilaksanakan, para peserta sudah mempersiapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya berlatih fisik, minum jamu hingga pijat tradisional.
Tradisi gulat tradisional okol ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan sportivitas.
Baca Juga: Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?
Tujuannya tidak sekedar menentukan siapa yang kalah maupun menang. Tetapi memiliki satu satu tujuan bersama sebagai ritual dan tradisi memohon hujan.
Yang menarik, ternyata juga ada sekumlah aturan khusus dalam kegiatan gulat tradisional Okol tersebut.
Artikel Terkait
Mashur Ketegasan dalam Menegakkan Hukum, Ratu Perempuan di Tanah Jawa ini Beri Hukuman Mengerikan pada Putra Mahkotanya
Jejak Sunan Kalijaga dalam Tarian Sakral Pusaka Mataram Islam, Kisah Cinta Kanjeng Ratu Kidul dan Panembahan Senopati
Berani Menolak Pinangan Karena Menganggap Politis, Ratu Tanah Jawa ini Nyaris Diserang Raja Sriwijaya
Prasasti Upit Peninggalan Ratu Jay Shima Kalingga Menjadi Bukti Keberadaan Desa Tertua di Indonesia?
Mengenal Prasasti Tukmas Peninggalan Ratu Jay Shima, Bukti Luasnya Wilayah Kerajaan Kalingga