Kamis, 4 Juni 2026

Kemarau Panjang Pilih Berkelahi? Okol, Gulat Tradisional Asal Pamekasan, Cara Unik Orang Madura Memanggil Hujan

Photo Author
Gogot Cahyo Baskoro, Sketsa Nusantara
- Rabu, 3 Juli 2024 | 15:28 WIB
okol, gulat tradisional asal Pamekasan yang menjadi cara unik orang Madura dalam memanggil hujan. (BPCP Jatim)
okol, gulat tradisional asal Pamekasan yang menjadi cara unik orang Madura dalam memanggil hujan. (BPCP Jatim)

SketsaNusantara.id- Keanekaragaman tradisi dan budaya nusantara, memang seakan tidak pernah habisnya.

Masing-masing daerah, memiliki tradisi unik yang menjadi ciri khas masing-masing yang tidak dimiliki daerah lain.

Salah satunya adalah Okol, tradisi memanggil hujan yang lazim dilakukan Masyarakat Madura saat kemarau berkepanjangan.

Baca Juga: Masuk Daftar Spesies Hewan yang Hampir Punah! Tradisi Berburu Paus Suku Lamalera Tetap Bertahan, Kenapa?

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, okol berasal dari Kabupaten Pamekasan, Madura.

Bentuknya adalah olahraga tradisional, yaitu semacam gulat yang dilakukan oleh dua orang pria yang saling berlawanan.

Yang unik, Okol dilaksanakan sebagai bentuk tradisi dan ritual masyarakat Madura untuk memohon turunnya hujan bila musim kemaraudatang berkepanjangan.

Baca Juga: Mengenal Rambu Solo, Upacara Pemakaman Megah dengan Tradisi dan Biaya Tinggi di Tana Toraja

Laras dengan namanya, Okol berarti tenaga atau kekuatan. Sehingga gulat tradisional Okol ini dilaksanakan oleh dua orang peserta yang beradu otot dan kekuatan. 

Jauh-jauh hari sebelum Okol dilaksanakan, para peserta sudah mempersiapkan fisik sebaik mungkin. Misalnya berlatih fisik, minum jamu hingga pijat tradisional.

Tradisi gulat tradisional okol ini dilaksanakan dengan menjunjung tinggi nilai kebudayaan dan sportivitas.

Baca Juga: Tradisi Unik Suku Mentawai di Sumatera Barat, Gigi Runcing Sebagai Sebuah Simbol Kecantikan Wanita?

Tujuannya tidak sekedar menentukan siapa yang kalah maupun menang. Tetapi memiliki satu satu tujuan bersama sebagai ritual dan tradisi memohon hujan.

Yang menarik, ternyata juga ada sekumlah aturan khusus dalam kegiatan gulat tradisional Okol tersebut.

Halaman:

Editor: Gogot Cahyo Baskoro

Sumber: BPCP Jatim

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X