SketsaNusantara.id - Sunan Kalijaga adalah salah satu tokoh dari 9 wali atau wali songo yang ikut berjasa dalam penyebaran Islam di tanah Jawa.
Sunan Kalijaga mempunyai nama kecil yaitu Raden Sahid yang merupakan putra dari Adipati Wilatikta dari Tuban.
Saat kita melihat lukisan sembilan wali (Wali songo) mayoritasnya mereka memakai sorban, berbanding terbalik denga Sunan Kalijaga.
Dilansir SketsaNusantara.id dari website Dinas Pariwisata Demak, Kanjeng Sunan Kalijaga menggunakan Sojan atau baju lurik dimana pakaian tersebut adalah "Pakaian bernilai dan berbudaya Jawa".
Selain itu, ia juga selalu mengenakan tutup kepala blangkon sebagai ciri khasnya. Penggunaan pakaian Sojan atau lurik serta blangkon pada Sunan Kalijaga memiliki beberapa alasan yang mendasar.
Berdasarkan kanal youtube Mulai Bicara, pertama karena ia memang keturunan asli bangsawan Jawa dan merupakan anak dari Adipati Tuban dan dewi Nawangrum.
Kedua, Sunan Kalijaga berdakwah dan menyebarkan agama Islam dengan memakai media budaya, sehingga ia harus berpenampilan khas masyarakat Jawa pada masa itu.
Selain itu, alasan Sunan Kalijaga tetap memakai baju dan blangkon sebagai pelengkapnya karena memang semua itu sudah mendarah daging pada dirinya dari adat serta kebiasaan yang dilakukan di tanah kelahirannya.
Blangkon sendiri adalah penutup atau semacam ikat kepala bagi kaum laki-laki pada tradisi busana Jawa.
Secara umum, blangkon dibuat dari jalinan kain polos atau memiliki motif hias (batik).
Kain tersebut dilipat, dililit, serta dijahit yang nantinya akann berbentuk mirip seperti topi dan bisa dipakai langsung.