Setiap kali ia berdalang, penonton akan terpukau seakan-akan kisah yang dibawakan adalah kejadian nyata.
Dari kisah yang diceritakan turun temurun, konon tidak ada penabuh gamelan di setiap pertunjukan wayang Dalang Soponyono.
Ya, gamelan pengiring di pertunjukan Dalang Soponyono diyakini bisa berbunyi sendiri.
Ada juga sumber yang menyebutkan gamelan tersebut ditabuh oleh makhluk gaib.
Suatu hari, Dalang Soponyono diminta untuk mendalang di pernikahan seorang putri adipati.
Sayangnya, calon pengantin wanita tersebut malah jatuh hati hingga mengajak Dalang Soponyono kabur.
Dalam pelariannya, Dalang Soponyono sempat bersemedi di Desa Bakaran hingga kemudian diangkat menjadi anak Nyi Sabirah.
Adapun larangan menjual nasi merupakan salah satu aturan yang ada di Desa Bakaran seperti dikutip dari channel YouTube Ngaji Yok.
Selain larangan menjual nasi, warga Desa Bakaran juga memiliki aturan unik lainnya yakni tidak boleh bakar-bakar hingga membuat rumah dari bata merah.***