Sejarawan Australia Lance Castles menyebut orang Betawi sebagai hasil pembentukan masyarakat baru di Batavia yang berbeda dari kelompok asal mereka.
Sementara itu, antropolog Universitas Indonesia, Yasmin Zaki Shahab, memperkirakan etnis Betawi mulai terbentuk antara tahun 1815 hingga 1893.
Nama "Betawi" sendiri diyakini berasal dari penyebutan lokal terhadap Batavia.
Identitas tersebut semakin menguat ketika tokoh nasional Mohammad Husni Thamrin memperkenalkan organisasi Kaum Betawi pada 1918 sebagai wadah perjuangan masyarakat pribumi Batavia.
Jejak keberagaman yang membentuk suku Betawi masih dapat ditemukan hingga sekarang.
Beberapa wilayah di Jakarta bahkan menggunakan nama yang menunjukkan asal-usul penduduknya, seperti Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Bugis, Kampung Ambon hingga kawasan Makasar.
Tak heran jika budaya Betawi memiliki karakter yang sangat beragam.
Pengaruh berbagai etnis juga bisa terlihat dalam bahasa Betawi, kesenian seperti ondel-ondel dan lenong, busana adat.
Tak hanya itu, kuliner khas Betawi juga memperlihatkan adanya pengaruh dari berbagai etnis seperti kerak telor, soto Betawi dan semur.
Dikutip dari Indonesia Travel, keberagaman itulah yang menjadikan budaya Betawi sebagai salah satu identitas paling khas yang melekat pada Jakarta hingga saat ini.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!