jelajah

6 Fakta Menarik Halal Bihalal di Indonesia, Tradisi Silaturahmi Pasca Lebaran Penuh Makna, Sudah Dilakukan Sejak Zaman Kerajaan Abad ke-18

Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB
Momen Halal Bihalal yang jadi tradisi khas Lebaran di Indonesia (Facebook Yayasan Pendidikan Jamiat Kheir)

SketsaNusantara.id - Perayaan Idul Fitri di Indonesia identik dengan acara Halal Bihalal. Tradisi ini seolah menjadi kewajiban dilaksanakan di bulan Syawal sebagai momen untuk mempererat tali silaturahim dengan saling memaafkan.

Terdapat sederet fakta menarik mengenai tradisi ini. Halal Bihalal ternyata sudah ada sejak zaman kerajaan dan lahir dari ketegangan politik di Indonesia.

Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berbagai sumber, berikut 6 fakta menarik Halal Bihalal yang menarik untuk disimak.

Baca Juga: Download Segera 20 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Terbaru, Sambut Lebaran dengan Penuh Suka Cita

1. Budaya Khas Lebaran di Indonesia

Menggunakan istilah dari bahasa Arab, Halal Bihalal adalah tradisi silaturami yang kerap diadakan di tengah perayaan Idul Fitri di Indonesia.

Halal Bihalal memiliki tujuan sederhana, namun sangat bermakna. Tak hanya menjadi momen berkumpul bersama keluarga, tetapi mempererat hubungan dengan rekan kerja di kantor, reuni dengan teman-teman sekolah hingga komunitas.

2. Halal Bihalal Masuk KBBI dan Makna 'Melepaskan'

Secara bahasa, halal bihalal berasal dari kata halala yang berarti melepas atau membebaskan. Maknanya adalah melepaskan dosa atau kekhilafan satu sama lain setelah bulan Ramadan.

Baca Juga: Kehadirannya Tidak Pernah Absen di Momen Lebaran, Apa Makna Ketupat yang Menjadi Ikon Hari Raya Idul Fitri?

Meski menggunakan bahasa Arab, istilah Halal Bihalal telah dibakukan dan masuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai momen silaturahmi dan bermaaf-maafan.

Secara harfiah, Halal Bihalal mengandung pengertian menukar yang halal (kebaikan) dengan yang halal juga (kebaikan) yang diwujudkan dengan kesungguhan saling bermaaf-maafan.

3. Penyelesaian Hak Adami Antar Sesama

Pada dasarnya, kesalahan atau dosa yang dilakukan kepada Allah SWT (haqqullah) dapat dimaafkan dengan bertobat mengucap istighfar dan memperbanyak amal ibadah.

Halaman:

Tags

Terkini