Minggu, 19 Juli 2026

Pesan Habib Jafar di Momen Mudik Lebaran 2026, Ingatkan soal Nikmat Waktu Luang hingga Minta Rekomendasi Netizen Soal Ini

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 21 Maret 2026 | 13:06 WIB
Potret Habib Jafar bagikan pesan menyentuh di momen mudik Lebaran 2026 agar meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga (Instagram/husein_hadar)
Potret Habib Jafar bagikan pesan menyentuh di momen mudik Lebaran 2026 agar meluangkan waktu berkumpul bersama keluarga (Instagram/husein_hadar)

SketsaNusantara.id - Habib Husein Ja'far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Jafar ikut menjalankan tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Melalui akun Instagram pribadinya, pendakwah asal Bondowoso, Jawa Timur itu mengunggah momen menyejukkan ketika singgah sejenak saat berada dalam perjalanan jauh pulang kampung.

Ia juga membagikan pesan menyentuh tentang pentingnya memanfaatkan waktu luang, terutama untuk bertemu orang tua di hari raya.

Baca Juga: Habib Jafar Sampaikan Pesan Menyentuh di Tengah Pelaksanaan Nyepi 2026 yang Berdekatan dengan Lebaran: Takbir dalam Keheningan Jadi Wujud Toleransi

Dalam unggahannya, Habib Jafar menuliskan pesan yang mengingatkan bahwa keberhasilan hidup bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga tentang hadir untuk keluarga terutama di momen seperti Lebaran.

"Jika mampu, mudiklah, nak. Sabda Nabi, nikmat melebihi kesuksesan adalah waktu luang," tulisnya, dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @husein_hadar.

"Orang tuamu tak butuh (utamanya) kesuksesanmu, tapi kehadiranmu. Sebelum ia tak lagi hadir di dunia," pesannya.

Baca Juga: Habib Ja’far Hadir di Pemakaman Vidi Aldiano: Sakitnya Selama 6 Tahun adalah Penggugur Dosa

Dalam pesannya, Habib Jafar mengingatkan tentang hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa manusia sering tertipu oleh dua nikmat besar, yaitu kesehatan dan waktu luang.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Dua kenikmatan yang kebanyakan manusia tertipu olehnya, yaitu nikmat kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari no. 6412).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa banyak orang tidak menyadari betapa berharganya waktu luang hingga kesempatan itu hilang.

Kesibukan pekerjaan, urusan dunia, atau kondisi sakit sering membuat seseorang tidak lagi memiliki kesempatan untuk melakukan hal-hal baik, termasuk berbakti kepada orang tua.

Makna "tertipu" dalam hadis ini dijelaskan para ulama sebagai kondisi ketika manusia lalai menggunakan waktu luang untuk kebaikan.

Padahal waktu tersebut merupakan kesempatan besar untuk beramal saleh, mempererat silaturahmi, dan memperbaiki hubungan dengan keluarga.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @husein_hadar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X