SketsaNusantara.id - Siapa yang tak kenal dengan Kentang Mustofa? Makanan satu ini kerap jadi salah satu hidangan Lebaran yang menggugah selera.
Hidangan ini dikenal cukup unik dengan rasa manis dan gurih yang memunculkan kembali perasaan nostalgia dengan suasana kampung halaman.
Tak banyak yang tahu, makanan ini ternyata merupakan salah satu menu favorit Presiden Soekarno dan sering dihidangkan di meja istana. Bagaimana kisahnya?
Baca Juga: Prediksi Lebaran 2026 Versi BMKG dan BRIN: Idul Fitri Diperkirakan Jatuh pada 21 Maret 2026
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @kentang.omustopa Kentang Mustofa pertama kali dikenalkan pada tahun 1956.
Kentang Mustofa merupakan lauk kentang kering balado berbentuk korek api kecil-kecil yang diciptakan oleh Opo Mustofa, koki Istana Cipanas pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Hidangan ini awalnya tercipta dari inisiatif sang koki untuk memanfaatkan sisa bahan makanan dan kini menjadi salah satu warisan rasa yang melegenda.
Opo Mustofa pertama kali membuat olahan dari sisa kentang untuk bistik yang diiris tipis seperti korek api lalu digoreng garing, dan diberi bumbu pedas manis atau yang sekarang dikenal bumbu balado.
Konon, Bung Karno sangat menyukai olahan ini. Presiden pertama Indonesia itu bahkan sempat mencari makanan tersebut ketika tidak tersaji di meja makan, "Mana kentang Mustofa?".
Olahan ini terkenal dengan tekstur yang renyah dan bumbu balado yang khas. Awalnya, kentang ini tidak dihidangkan, hanya untuk dikonsumsi oleh orang-orang dapur di Istana.
Namun, suatu ketika Tim Ahli Gizi Kepresidenan mencicipi makanan ini dan mengatakan bahwa hidangan ini akan menjadi kesukaan Bung Karno.
Opo Mustopa yang kala itu menjadi Koki Kepala Kepresidenan Istana CIpanas kemudian menyajikan hidangan olahan kentang ini kepada Presiden Soekarno.
Tak diduga, hidangan tersebut menjadi salah satu makanan favorit yang selalu diminta untuk dihidangkan ketika Bung Karno mampir ke Cipanas.