Air ketheg atau yang juga dikenal sebagai air lanthung berasal dari sumur minyak tua peninggalan masa kolonial Belanda. Saat ini jumlah sumur tersebut semakin sedikit dan sebagian besar berada di wilayah Kebomas, Gresik.
Keterbatasan bahan baku tersebut membuat produksi kupat ketheg tidak lagi sebanyak dulu. Bahkan sebagian masyarakat menyebut kuliner tradisional ini sebagai makanan yang mulai langka.
Meski begitu, kupat ketheg masih bisa ditemukan pada waktu-waktu tertentu. Pengunjung yang datang ke kawasan wisata religi makam Sunan Giri di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, biasanya dapat menemukan kuliner ini mulai tanggal 25 Ramadan hingga sekitar satu minggu setelah Idul Fitri.
Keberadaan kupat ketheg menjadi bukti bahwa tradisi kuliner lokal dapat memiliki kaitan erat dengan sejarah penyebaran Islam di Jawa. Selain menjadi hidangan khas daerah, makanan ini juga menyimpan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Gresik.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!