Di Singkawang, Kalimantan Barat, tradisi Tatung selalu menjadi daya tarik utama. Ritual ini dipercaya sebagai upaya membersihkan kota dari roh jahat.
Tradisi Tatung merupakan perpaduan budaya Tionghoa dan Dayak. Prosesi ini menampilkan atraksi spiritual yang sarat nilai simbolik.
Selain itu, barongsai dan liong kini tidak hanya dimainkan warga keturunan Tionghoa. Berbagai suku di Indonesia turut berpartisipasi aktif.
Keterlibatan lintas budaya menjadikan Cap Go Meh sebagai simbol kebersamaan. Tradisi ini memperlihatkan kuatnya nilai toleransi dalam kehidupan sosial.
Cap Go Meh memiliki perbedaan mendasar dengan Imlek. Imlek menandai awal tahun baru, sedangkan Cap Go Meh menjadi penutup rangkaiannya.
Perayaan Imlek biasanya diisi dengan sembahyang, jamuan keluarga, dan pembagian angpao. Sementara Cap Go Meh diwarnai atraksi budaya dan festival rakyat.
Meski berbeda, keduanya saling melengkapi dalam satu rangkaian perayaan. Tradisi ini terus dijaga lintas generasi hingga saat ini.
Cap Go Meh tidak sekadar ritual budaya. Perayaan ini merekam sejarah panjang, makna spiritual, dan semangat kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!