jelajah

Ada yang Pernah Dibakar Belanda hingga Ludes! Inilah 4 Masjid Pathok Negara Yogyakarta yang Wajib Jadi Destinasi Wisata Religi Selama Ramadhan 2026

Senin, 2 Februari 2026 | 09:00 WIB
Suasana salah satu masjid pathok negara di Yogyakarta. (kratonjogja.id)

SketsaNusantara.id - Keberadaan masjid tidak pernah terpisah dari sejarah berdirinya Kasultanan Yogyakarta.

Sejak awal, masjid menjadi pusat kehidupan keagamaan sekaligus penyangga pemerintahan. Peran itu tidak hanya diwakili Masjid Gedhe Kauman.

Di luar pusat kerajaan, Kasultanan Yogyakarta membangun empat masjid di penjuru wilayahnya.

Baca Juga: Warga Bandung Geger, Aksi Pencurian Terjadi di Parkiran Masjid Istiqomah Ujung Berung, 2 Motor Raib, Netizen: Tingkatkan Ronda Lagi

Masjid-masjid ini dikenal sebagai Masjid Pathok Negara. Keberadaannya menandai batas wilayah sekaligus penguat syariat Islam.

Istilah pathok bermakna penanda atau batas yang ditancapkan. Sementara negara merujuk pada kerajaan atau pemerintahan. Dengan makna tersebut, Masjid Pathok Negara menjadi simbol batas wilayah sekaligus pedoman hukum Islam.

Secara geografis, Masjid Pathok Negara berada di pinggiran Kuthanegara. Lokasinya tepat di perbatasan Negaragung, wilayah inti penyangga pusat pemerintahan. Sistem ini dikenal dalam tata ruang Kerajaan Mataram Islam.

Baca Juga: Tersembunyi di Belantara, Tempat Ibadah di Wonogiri ini Disebut sebagai Rintisan Masjid Demak Peninggalan Wali Songo

Selain sebagai bangunan ibadah, Pathok Negara juga merupakan jabatan Abdi Dalem. Mereka berada di bawah Kawedanan Reh Pangulon. Tugasnya mengurusi hukum dan syariat Islam di wilayah masing-masing.

Abdi Dalem Pathok Negara diberi tanah perdikan. Mereka bertanggung jawab mengelola masjid dan pendidikan keagamaan. Aktivitas pengajaran berlangsung di sekitar kompleks masjid.

Secara fungsi, Masjid Pathok Negara berperan sebagai pusat pendidikan. Masjid juga menjadi tempat upacara keagamaan dan sistem pertahanan. Di sinilah peradilan agama atau Pengadilan Surambi dijalankan.

Pengadilan Surambi memutus perkara pernikahan, perceraian, dan waris. Untuk perkara perdata dan pidana, keputusan diambil di keraton. Sistem ini menunjukkan keterpaduan agama dan pemerintahan.

Keempat Masjid Pathok Negara dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Dilansir dari kratonjogja.id, masjid-masjid itu meliputi Mlangi di barat, Plosokuning di utara, Babadan di timur, dan Dongkelan di selatan.

Halaman:

Tags

Terkini