Saat ini, Roti Kembang Waru dapat ditemukan di sejumlah sudut Kotagede. Produksinya dilakukan oleh pengrajin lokal. Penjualannya menyasar warga dan wisatawan.
Kue ini juga menjadi oleh-oleh khas dari Kotagede. Banyak pengunjung membawanya sebagai buah tangan. Hal tersebut turut mendukung keberlanjutan produksinya.
Pelestarian Roti Kembang Waru tidak terlepas dari peran masyarakat setempat. Produksi dilakukan secara konsisten meski permintaan berubah. Nilai tradisi tetap dijaga dalam setiap proses.
Keberadaan Roti Kembang Waru menunjukkan kesinambungan budaya kuliner. Jajanan ini menjadi bukti hidup sejarah Kotagede. Tradisi lama tetap hadir di tengah kehidupan modern.
Melalui Roti Kembang Waru, sejarah Mataram Islam masih dapat dikenali. Kue ini menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini. Kotagede mempertahankan warisan tersebut hingga sekarang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!