SketsaNusantara.id - Indonesia dikenal sebagai negara maritim dengan beragam budaya yang tumbuh di sepanjang garis pantai dan sungai.
Di antara keunikan itu, terdapat suku-suku yang menjadikan air sebagai pusat kehidupan, bukan sekadar sumber penghidupan.
Tradisi mereka merekam cara manusia beradaptasi dengan laut, sungai, dan ritual yang diwariskan lintas zaman.
Baca Juga: Hukum Maritim Modern Ternyata Lahir dari Nusantara, Inilah Jejak Amanna Gappa dan Raja Bali Kuno
Bagi masyarakat pesisir, laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga wilayah spiritual.
Hidup di atas air menuntut ketekunan, kerja sama, serta keyakinan kuat terhadap alam.
Dari Kepulauan Riau hingga Kalimantan Selatan, kebudayaan mereka menjadi saksi kedekatan manusia dengan air yang membentuk jati diri dan nilai-nilai sosial.
Berikut tiga suku di Indonesia yang hingga kini masih mempertahankan kehidupan dan budaya di atas air, sebagaimana dilansir dari buku Warisan Bahari Indonesia.
1. Suku Laut: Pengembara di Perairan Kepulauan Riau
Suku Laut, atau Orang Laut, mendiami perairan Kepulauan Riau dan pesisir timur Sumatra.
Mereka hidup nomaden di atas perahu atau rumah kolong di laut dangkal. Bagi mereka, laut bukan sekadar tempat tinggal, tetapi bagian dari identitas dan keyakinan.
Baca Juga: 10 Poster Hari Maritim Nasional 23 September 2025, Template Siap Edit untuk Unggahan Story Instagram
Sistem kepercayaan Suku Laut berakar dari animisme, meski kini sebagian telah memeluk Islam atau Kristen.