SketsaNusantara.id - Pulau Lombok menjadi salah satu destinasi wisata populer di Indonesia bahkan dunia karena keindahan alam serta kekayaan budaya yang dimilikinya.
Salah satu warisan budaya yang menjadi daya tarik wisata di pulau ini adalah aktivitas menenun yang dilakukan oleh suku asli Lombok, yakni Suku Sasak.
Aktivitas ini merupakan warisan nenek moyang yang terus dijaga kelestariannya hingga kini dan menghasilkan produk budaya berupa kain tenun khas Lombok yang indah.
Tidak heran jika kain tenun ini menjadi incaran wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk dijadikan cendera mata.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Kementerian Pariwisata, berikut beberapa fakta menarik tentang aktivitas menenun Suku Sasak.
1. Menenun Disebut dengan Tesesek
Masyarakat Suku Sasak mengenal aktivitas menenun dengan sebutan “Tesesek”, yakni memasukkan benang satu per satu dan dirapatkan hingga padat.
Proses memadatkan benang dilakukan dengan cara memukul-mukul alat tenun secara tradisional.
2. Diwariskan Secara Turun-Temurun
Keahlian menenun yang dimiliki oleh masyarakat Suku Sasak merupakan warisan nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun.
Anak perempuan di Suku Sasak diwajibkan memiliki keahlian ini dan diperkenalkan sejak masih anak-anak.