jelajah

Jejak Nawa Dewata di Balik Konsep Wali Songo pada Era Majapahit, Penjaga Alam Semesta yang Melindungi Arah Mata Angin

Senin, 27 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Nawa Dewata yang disebut menginspirasi Wali Songo. (Tangkap layar buku Atlas Wali Songo)

SketsaNusantara.id - Nama Wali Songo telah melekat dalam sejarah Islam di tanah Jawa. Namun, di balik kisah dakwah para wali, tersimpan jejak lama dari masa ketika kosmologi Hindu masih menguasai pandangan dunia masyarakat Nusantara.

Jejak itu dikenal dengan sebutan Nawa Dewata, sembilan dewa penjaga alam semesta yang dipercaya melindungi arah mata angin.

Buku Atlas Wali Songo karya KH Agus Sunyoto menjelaskan, bahwa enurut Prof. Dr. Simuh (1986), bilangan sembilan merupakan bilangan magis di Jawa dan tidak berasal dari budaya santri.

Baca Juga: Menyingkap Karomah Tersembunyi 3 Tokoh Wali Songo yang Terkenal Paling Sakti di Tanah Jawa, Salah Satunya Ada Hubungannya dengan Palestina

Pandangan ini berakar dari keyakinan Hindu yang melihat alam semesta diatur oleh delapan dewa penjaga mata angin dan satu dewa penguasa pusat. Konsep tersebut juga ditemukan di Bali, dengan nama-nama dewa yang sedikit berbeda.

Dalam catatan R. Pitono (1969), sembilan dewa penguasa arah di Jawa meliputi Kuwera di utara, Isyana di timur laut, Indra di timur, Agni di tenggara, Kama di selatan, Surya di barat daya, Baruna di barat, Bayu di barat laut, dan Syiwa di pusat.

Sementara itu, Fred B. Eiseman Jr. (1988) mencatat versi Bali yang mengenal delapan dewa utama dengan Syiwa sebagai penguasa pusat. Pandangan ini dikenal sebagai konsep Nawa Dewata.

Baca Juga: 3 Kesaktian Sunan Bonang Paling Legendaris hingga Bisa Membuat Banyak Orang Masuk Islam, Jadi Kisah Wali Songo yang Paling Diingat

Dari Nawa Dewata ke Wali Songo

Ketika Islam mulai tersebar di Jawa melalui para penyebar agama, terjadi proses transformasi kosmologi. "Konsep Nawa Dewata yang bersifat hinduistik diubah menjadi konsep sembilan wali yang bersifat sufistik," tulisnya.

Proses perubahan itu tidak sekadar mengganti istilah. Ia juga merefleksikan pergeseran spiritual masyarakat dari kepercayaan pada dewa-dewa penjaga alam menuju penghormatan pada manusia pilihan Tuhan.

Dalam pandangan ini, Wali Songo menempati posisi simbolik yang serupa, sembilan figur penjaga moral dan spiritual dunia Islam Nusantara.

Dalam ajaran tasawuf, gagasan tentang sembilan tingkat kewalian sudah lebih dulu dikenal.

Halaman:

Tags

Terkini