Kamis, 2 Juli 2026

Jejak Nawa Dewata di Balik Konsep Wali Songo pada Era Majapahit, Penjaga Alam Semesta yang Melindungi Arah Mata Angin

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 27 Oktober 2025 | 20:30 WIB
Nawa Dewata yang disebut menginspirasi Wali Songo. (Tangkap layar buku Atlas Wali Songo)
Nawa Dewata yang disebut menginspirasi Wali Songo. (Tangkap layar buku Atlas Wali Songo)

Syaikh al-Akbar Muhyiddin Ibnu Araby dalam Futûhât al-Makkiyyah menjelaskan sembilan tingkatan wali, mulai dari Wali Aqthâb yang memimpin seluruh wali, hingga Wali Khatam yang menjadi penguasa wilayah umat Islam. Konsep inilah yang diduga menjadi dasar lahirnya sistem spiritual sembilan wali di Jawa.

Perubahan Besar di Masa Peralihan Majapahit

Transformasi konsep Nawa Dewata menjadi Wali Songo membawa dampak besar pada masyarakat Jawa menjelang runtuhnya Majapahit. Kala itu, tatanan sosial dan religius sedang mengalami kemunduran.

Kehadiran para wali menghadirkan figur nyata yang dianggap memiliki kekuatan adikodrati, menggantikan peran abstrak para dewa dalam sistem lama.

Dengan simbol-simbol yang serupa mandala Hindu-Buddha, para wali dipandang sebagai “manusia-dewa”. “Tokoh-tokoh Wali Songo yang dianggap representatif mewakili dewa-dewa Hindu-Buddha menjadi tokoh-tokoh yang dikultus-individukan sebagai ‘manusia-dewa’,” tulis Agus Sunyoto.

Sunan Giri, misalnya, dikenal menempatkan kedhatonnya di Gunung Wangkai, kawasan yang dahulu dianggap sakral dalam tradisi Syiwa-Buddha.

Nama “Sunan Giri” atau “Girinatha” bahkan bermakna Raja Gunung, selaras dengan simbolisme Hindu. Dalam pandangan masyarakat Jawa kala itu, ia dianggap sebagai pancaran Dewa Syiwa, seorang wali yang tidak hanya pelindung spiritual, tetapi juga memiliki legitimasi dalam urusan politik kerajaan.

Perjalanan sejarah Wali Songo bukan sekadar kisah dakwah para ulama. Ia juga merupakan proses panjang perubahan kosmologi Jawa, dari sistem dewa Hindu menuju konsep wali sufi dalam Islam.

Dengan cara itu, dakwah Islam tidak hanya mengubah keyakinan, tetapi juga mengisi makna baru pada simbol-simbol lama yang telah hidup dalam budaya Nusantara selama berabad-abad.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X