jelajah

Sebelum Dunia Mengenal Kapal Katamaran, Pelaut Nusantara Sudah Menciptakannya Ribuan Tahun Lalu

Kamis, 23 Oktober 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi kapal warisan nenek moyang di Nusantara. (Pexels/Pixabay)

SketsaNusantara.id - Sebelum dunia mengenal katamaran modern, pelaut Nusantara telah lebih dulu menguasai teknologi serupa.

Katamaran adalah jenis kapal dengan dua lambung sejajar yang dihubungkan dek, membuatnya stabil, cepat, dan mampu membawa beban besar di laut lepas.

Ribuan tahun silam, masyarakat penutur Austronesia di wilayah Indonesia dan Filipina sudah berlayar dengan perahu bercadik yang menjadi tonggak penting dalam sejarah maritim dunia.

Baca Juga: Kisah Syamsuardi, Mantan Pelaut yang Kini Bantu Petani Gowa Lewat AgenBRILink Podomoro Jaya

Perkembangan ini tidak muncul tiba-tiba. Para ahli linguistik mencatat, banyak kosakata baru bermunculan dalam bahasa-bahasa kuno di kawasan ini untuk menyebut bagian perahu, kemudi, dayung, hingga layar.

Temuan itu menunjukkan betapa pesatnya perkembangan teknologi pelayaran di perairan Nusantara.

Inovasi Bahari yang Lahir di Nusantara

Dari hasil rekonstruksi bahasa dan artefak, para ahli menduga inovasi teknologi perahu bercadik justru lahir di perairan Indonesia dan Filipina.

Baca Juga: Berlayar sejak Tahun 1500, Kapal 7 Layar ini adalah Bukti Keperkasaan Pelaut Indonesia yang Mendunia

Perahu jenis ini menjadi bentuk adaptasi terhadap lingkungan kepulauan dengan laut luas dan pulau-pulau kecil.

“Berdasarkan rekonstruksi kosakata ini, diduga kuat justru di kawasan perairan Nusantara itulah inovasi teknologi pelayaran terjadi,” tulis Bambang Budi Utomo dalam buku Warisan Bahari Indonesia (Yayasan Obor Indonesia, 2016).

Teknologi tersebut menjadi modal utama bagi penutur Austronesia untuk menyebar ke berbagai wilayah. Dari Kalimantan, migrasi mereka menjangkau Sumatra, Jawa, dan Semenanjung Melayu.

Sebagian lain berlayar hingga ke Nusa Tenggara, Papua Barat, bahkan mencapai Kepulauan Bismarck di Pasifik, sekitar 4.000 hingga 3.300 tahun sebelum Masehi.

Halaman:

Tags

Terkini