jelajah

Ini Makna Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge’, Falsafah Hidup Masyarakat Bugis Makassar yang Tercipta dari Kearifan Budaya Turun-temurun

Rabu, 17 September 2025 | 20:00 WIB
3 Sipa, falsafah hidup masyarakat Bugis Makassar terdiri atas 3 prinsip, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge. (Pexels.com/wsdidin)

 

SketsaNusantara.id - Kekayaan budaya adalah salah satu keistimewaan Indonesia. Negara dengan beragam suku ini memiliki bahasa, ideologi, serta tradisi daerah yang beragam pula.

Bagi suatu masyarakat, untuk menjaga entitas budayanya, kearifan lokal berupa falsafah hidup sangat penting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan.

Setiap suku bangsa yang hidup di Indonesia memiliki ideologi atau falsafah hidup yang menjadi pedoman dalam kehidupannya sehari-hari.

Baca Juga: Festival Hyang Argopuro Tuai Banyak Pujian, Kemendikbudristek: Ini Pelestarian Budaya dan Tradisi

Salah satunya adalah falsafah hidup yang dimiliki oleh masyarakat Suku Bugis, Makassar, Sulawesi Selatan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Falsafah tersebut disebut dengan 3 Sipa’ (sifat) yang terdiri atas 3 prinsip yakni Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Universitas Islam Negeri Alauddin, ketiga prinsip ini merupakan cerminan dari sikap saling menghargai antar sesama, tolong-menolong, serta saling memuliakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berikut penjelasan dari setiap prinsip dalam falsafah hidup Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’.

Baca Juga: Unik! Perpaduan Budaya China, Jawa, hingga Eropa pada Keraton Sumenep, Peninggalan Sejarah di Jawa Timur sejak Abad ke-18

Sipakatau

Sipakatau secara bahasa berarti saling memanusiakan. Prinsip ini mendorong agar setiap individu dalam masyarakat saling mengenal dan memahami satu sama lain sehingga tercipta hubungan yang harmonis.

Prinsip ini menegaskan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama, tanpa memandang status sosial, kekayaan, penampilan, dan latar belakang lainnya.

Dalam praktiknya prinsip ini tercermin dalam penggunaan bahasa yang santun, saling menghormati, menghargai pendapat orang lain, dan memperlakukan semua orang secara adil.

Halaman:

Tags

Terkini