jelajah

Harmoni Religi dan Budaya dalam Upacara Sekaten di Daerah Istimewa Yogyakarta Sebagai Peringatan Maulid Nabi Muhammad

Sabtu, 6 September 2025 | 09:26 WIB
Suasana Garebeg Mulud Kraton Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta (tby.jogjaprov.go.id)

SketsaNusantara.id – Penyebaran Agama Islam di Nusantara tidak terlepas dari peran Wali Songo sebagai perantara terutama di pulau Jawa.

Tanah Jawa menjadi saksi pada abad ke-15 hingga ke-16 terkait proses masuknya Agama Islam ke daerah yang masih sangat kental akan kepercayaan Hindu-Buddha dan tradisi lokal pada saat itu.

Metode dakwah para Wali yang lembut dan adaptif berhasil merangkul masyarakat yang kala itu masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme.

Baca Juga: 10 Alasan Seru Kenapa Hiking dan Camping di Plunyon Sleman Yogyakarta Jadi Pengalaman yang Tak Terlupakan untuk Semua Pencinta Alam

Tidak terkecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kala itu masih merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Islam.

Sampai saat ini, terdapat warisan peninggalan metode dakwah yang dilakukan oleh Wali Songo kepada masyarakat Jawa berbentuk Upacara Keraton yang disebut dengan Sekaten.

Apa Itu Sekaten?

Sekaten adalah upacara tradisional yang dilakukan oleh Kraton Yogyakarta setiap tahun pada tanggal 5 – 11 Rabiulawal (Bulan Jawa: Mulud) dan ditutup pada 12 Rabiulawal dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad.

Baca Juga: Apa Itu Malam Tirakatan? Mengenal Sejarah Tradisi Berkumpul Jelang 17 Agustus yang Sarat Makna, Ternyata Ada Kaitannya dengan Kraton Yogyakarta

Berdasarkan sejarah, Sekaten bermula dari prakarsa Sunan Kalijaga yang menyarankan para Wali untuk menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan penyesuaian tradisi masyarakat pada saat itu.

Peringatan yang semula dilakukan dengan melibatkan kesenian rebana beralih dengan menggunakan kesenian gamelan.

Kyai Gunturmadu dan Kyai Nagawilaga

Rangkaian Upacara Sekaten dimulai dengan membunyikan sepasang gamelan yang dianggap sebagai pusaka oleh Kraton Yogyakarta.

Baca Juga: Kraton Yogyakarta Punya Simbol Tersembunyi di Alun-Alun Selatan, Ini Arti Pohon dan Dekorasi Pagarnya

Halaman:

Tags

Terkini