jelajah

7 Kasta Zaman Majapahit dan Demak yang Jarang Dibahas Buku Sejarah, Ada 3 Golongan Buangan yang Menyedihkan di Era Pra-Islam

Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi, pembagian golongan kasta di masyarakat Jawa. (Pexels/Andreas Suwardy)

SketsaNusantara.id - Pembelajaran sejarah di sekolah sering kali hanya menyentuh permukaan, antara lain sering membahas kerajaan, tokoh penting, dan perang-perang besar.

Namun, sistem sosial yang membentuk kehidupan sehari-hari rakyat zaman Majapahit dan Demak justru jarang dibahas secara mendalam.

Padahal, struktur sosial ini membentuk tatanan masyarakat yang begitu ketat dan bahkan kadang kejam.

Baca Juga: Menguak Misteri di Balik Petilasan Mbah Demang, Sosok Legendaris Pembabat Alas Jember, Utusan Wali yang Konon Dekat dengan Majapahit

Lewat perbandingan antara era Majapahit yang Hindu-Buddha dan Demak yang Islam, terlihat adanya status sosial yang dibagi ke dalam 7 golongan, lengkap dengan gelar, peran, dan stigma sosial masing-masing.

Artikel ini disusun berdasarkan data yang dikutip SketsaNusantara.id dari buku Atlas Wali Songo yang ditulis KH Agus Sunyoto.

1. Brahmana vs Ulama: Elit Rohani Dua Zaman

Di Majapahit, golongan tertinggi adalah Brahmana, tokoh agama Hindu-Buddha dengan gelar seperti ccarya, wiku, pandhita, kyayi, hingga ajar. Peran mereka adalah penjaga spiritual kerajaan.

Baca Juga: Candi di Tulungagung Ini Konon Berkaitan dengan Masa Suram Majapahit, Lokasinya Ada di Puncak Bukit Setinggi 360 MDPL

Di era Demak, peran itu digantikan oleh Ulama. Gelar-gelar seperti sunan, panembahan, kyayi ageng, hingga susuhunan menggambarkan posisi mereka sebagai tokoh keagamaan paling dihormati.

KH Agus Sunyoto menulis, “Gelarnya pun berubah mengikuti corak Islam, tapi fungsinya tetap sebagai pemuka rohani masyarakat.”

2. Ksatria dan Satria: Bangsawan Pemegang Kuasa

Di Majapahit, Ksatria adalah golongan penguasa, dengan gelar khas seperti raden, rakryan, gusti, dan sebagainya. Di Demak, sebutannya menjadi Satria, namun fungsinya tetap sama sebagai elite politik dan militer.

Baca Juga: Jaraknya 73 KM dari Candi Prambanan, Pemandian Air Hangat Ini Usianya 400 Tahun Lebih Tua dari Kerajaan Majapahit, di Mana?

Halaman:

Tags

Terkini