SketsaNusantara.id – Di sudut sunyi Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas, berdiri bisu sebuah peninggalan masa lampau yang seolah terpinggirkan dari narasi sejarah kebudayaan Jember.
Candi Deres, situs kuno yang diduga kuat berasal dari era Kerajaan Majapahit, masih berdiri dengan segala keangkuhan masa lalunya meski tubuhnya kian ringkih dimakan waktu.
Ditemukan pada era 1980-an, Candi Deres bukan hanya sekadar tumpukan bata merah. Ia adalah potongan teka-teki sejarah yang mengaitkan kita pada kejayaan Nusantara ratusan tahun silam.
Dibangun dari batu bata khas Majapahit yang kokoh dan estetis, situs ini dipercaya menjadi bagian dari rute perjalanan spiritual dan politik Raja Hayam Wuruk pada abad ke-14, sebagaimana terekam dalam kitab Negarakretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca.
Namun kini, alih-alih dirayakan, Candi Deres justru terjebak dalam kesepian. Dikelilingi pohon beringin tua yang akar-akarnya membelit reruntuhan candi, situs ini seolah memiliki penjaga alamiah yang penuh aura mistis.
Minimnya perhatian terhadap situs ini menjadi sorotan berbagai pihak. Para arkeolog, pegiat sejarah, hingga netizen di platform media sosial seperti TikTok, menyerukan pentingnya tindakan nyata untuk menyelamatkan Candi Deres.
Baca Juga: Kronologi Kasus ‘Begal Palsu’ di Jember, Ini Alasan Pelaku Nekat Ngaku Jadi Korban Pembegalan
Dilansir SketsaNusantara.id dari akun Instagram @pesonajember bahkan rutin membagikan potret kondisi candi, berharap menggugah kepedulian masyarakat luas.
Kerusakan yang terlihat sejak awal penemuan tampak kian parah. Tanpa restorasi dan perlindungan yang memadai, ancaman terhadap keutuhan struktur ini bukan lagi kemungkinan, melainkan kenyataan yang terus mendekat. Hujan, angin, akar pohon, dan aktivitas manusia yang tak terkendali bisa mempercepat hilangnya warisan ini dari permukaan bumi.
Dalam wawancaranya bersama SketsaNusantara.id, RZ Hakim, sejarawan memperkirakan Candi Deres dibangun sekitar tahun 1359 Masehi, di masa puncak kejayaan Majapahit.
Baca Juga: Jual Motor Orang Tua, Perempuan Asal Jember Mengaku Jadi Korban Begal hingga Viral
Saat itu, Hayam Wuruk dikenal gemar melakukan ekspedisi keliling wilayah kerajaannya sebagai bentuk penguatan kekuasaan dan penyatuan budaya. Bisa jadi, Candi Deres adalah tempat persinggahan atau tempat pemujaan dalam perjalanan tersebut.
Kini, di tengah derasnya pembangunan dan arus modernisasi, nasib Candi Deres menjadi pengingat yang menyakitkan, bahwa sejarah bisa dengan mudah terlupakan jika tidak dijaga. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk mengupayakan pelestarian situs ini.
Artikel Terkait
Dulunya Nadi Ekonomi Jember, Kini Hanya Tinggal Kenangan! Kisah Jalur Kereta Api Rambipuji-Puger yang Terbengkalai dan Mati Tergerus Zaman
Bakal Bergelimang Kekayaan! Jember Punya 5 Sumber Daya Alam yang Bisa Menjadi Harta Karun Bagi Para Warga, Ternyata Menjadi Surganya Emas Berkilauan?
Habiskan Dana 1.000 Triliun, Pabrik Gula di Jember Ini Kini Terbengkalai, Ada Gunung Kembar di Dalamnya, Jadi Tempat Mistis
Hari Kedua Libur Panjang, KAI Daop 9 Jember Catat Ribuan Penumpang Libur Panjang
Viral Wisata Gunung Watangan Jember! Hidden Gem di Tangga Langit yang Memacu Adrenalin, Cocok untuk Healing dengan Pesona Pemandangan Sunset Memukau
Pura-Pura Jadi Korban, Viral di Media Sosial Perempuan di Jember Ini Rekayasa Kejadian Pembegalan