Minggu, 19 Juli 2026

Kapal Tradisional yang Jadi Alat Intai Majapahit hingga Kesultanan Siak, Kini Jadi Ikon Provinsi Riau

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 14 April 2025 | 07:00 WIB
Ilustrasi, kapal kebanggaan di masa Majapahit. (Pexels/Kellie Churchman )
Ilustrasi, kapal kebanggaan di masa Majapahit. (Pexels/Kellie Churchman )

SketsaNusantara.id - Di antara deretan warisan maritim Nusantara, terdapat satu jenis kapal yang menyimpan jejak sejarah panjang.

Kapal ini tidak hanya digunakan sebagai alat transportasi, tetapi juga berperan dalam strategi militer masa lampau.

Desainnya unik, tampilannya khas, dan maknanya lebih dalam daripada sekadar moda pelayaran. Kapal ini pernah menjadi simbol kekuasaan, sekaligus saksi bisu dinamika laut yang penuh intrik dan persaingan.

Baca Juga: Berlayar sejak Tahun 1500, Kapal 7 Layar ini adalah Bukti Keperkasaan Pelaut Indonesia yang Mendunia

Bentuknya tak sebesar kapal perang, tapi cukup gesit untuk menjelajahi perairan dengan cepat.

Bukan pula sekadar kapal dagang, meski sering kali mengangkut komoditas dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Kemenparekraf.go.id, kapal yang dimaksud dikenal dengan nama pencalang, atau dalam beberapa literatur lama disebut juga pantchiallang.

Baca Juga: I Love Mutiara Tembus Kapal Pesiar, UMKM Lombok Ini Sukses Ekspor Berkat BRI dan Raup Omzet Ratusan Juta hingga Jutaan Dolar

Kata tersebut sendiri berasal dari bahasa Melayu, yang berarti mengintai atau mengintip. Nama tersebut tak diberikan secara kebetulan, melainkan mencerminkan fungsi utamanya di masa lampau, yakni mengamati musuh dari kejauhan tanpa terdeteksi.

Pencalang lazim digunakan masyarakat Riau dan Semenanjung Melayu. Perannya tak sekadar alat transportasi laut, melainkan juga sebagai alat bantu militer.

Dengan bentuk ramping dan layar tinggi, pencalang mampu bergerak lincah di perairan, memungkinkan penggunanya memata-matai pergerakan musuh.

Baca Juga: Mudik Tanpa Ribet! Kini Pesan Tiket Kapal Bisa Langsung di BRImo, Praktis dan Cepat

Menariknya, jejak pencalang tidak hanya ditemukan dalam catatan lisan atau naskah kuno.

Relief pada Candi Borobudur yang dibangun sekitar abad ke-8 Masehi memuat gambaran kapal dengan ciri khas mirip pencalang. Ini menjadi indikasi bahwa teknologi kapal tersebut telah dikenal luas sejak masa lampau dan bahkan diasosiasikan dengan kegiatan pelayaran dan perdagangan antarpulau.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X