SketsaNusantara.id - Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai hari jadi Kota Surabaya. Ibu Kota Provinsi Jawa Timur ini dikenal sebagai Kota Pahlawan karena menyimpan peristiwa bersejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Nama "Surabaya" sendiri memiliki makna simbolis. Terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya), kota diberi nama yang mencerminkan "semangat keberanian menghadapi tantangan", yang menjadi karakter khas warga Surabaya.
Sejarah kota terbesar kedua di Indonesia ini selalu menarik untuk dibahas. Lantas, bagaimana asal usul wilayah ini hingga ditetapkan 31 Mei sebagai hari jadi kota Surabaya?
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Pemkot Surabaya, Penetapan Hari Jadi Kota Surabaya mengingatkan pada peristiwa bersejarah Pasukan Majapahit yang berhasil mengusir Pasukan Mongol pada tahun 1293 silam.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa Surabaya sudah ada jauh sebelum zaman kolonial, sebagaimana yang tertulis dalam Prasasti Trowulan I tahun 1358 M.
Dalam Prasasti Trowulan disebutkan bahwa Surabaya awalnya masih berupa desa yang berfungsi sebagai tempat penyeberangan penting di tepi Sungai Brantas.
Surabaya juga disebut dalam pujasastra Kakawin Nagarakretagama karya Empu Prapanca yang menceritakan perjalanan Raja Hayam Wuruk pada tahun 1365 M.
Baca Juga: Download Segera! 6 Link Twibbon HUT Kota Surabaya ke-732, Semarakan di Media Sosial Pada 31 Mei 2025
Pada masa Kerajaan Majapahit, Surabaya merupakan gerbang utama menuju ibu kota kerajaan dari arah lautan, tepatnya di muara Kali Mas.
Von Faber, budayawan Surabaya berkebangsaan Jerman berpendapat bahwa Surabaya sudah ada sejak tahun 1275.
Konon, Surabaya didirikan oleh Raja Kertanegara sebagai tempat pemukiman baru bagi para prajuritnya usai menumpas pemberontakan Kemuruhan pada tahun 1270.
Hari Jadi Kota Surabaya ditetapkan pada tanggal 31 Mei 1293, konon merujuk pada peristiwa kemenangan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, melawan pasukan Mongol yang dipimpin Kubilai Khan.