jelajah

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Begini Tradisi Pemakaman Umat Hindu di Jember, Prosesi Sakral yang Sarat Makna Budaya, Mirip Seperti di Bali?

Selasa, 27 Mei 2025 | 18:00 WIB
Ilustrasi prosesi pemakaman jenazah umat Hindu di Pulau Jawa termasuk di Jember, dilakukan ritual adat khusus untuk melepas arwah mendiang ke alam baka (Instagram/gede_from_bali)

Setelah disucikan, jenazah akan disembahyangkan di rumah dan diletakkan di keranda yang dihias dengan bunga kenanga, melati, dan janur kuning.

Setelah itu, dilaksanakan puja Sapinda Dana yang meliputi persembahan pinda (bola tepung beras) kepada arwah dan doa untuk kesejahteraan mereka di akhirat.

Kemudian dilakukan upacara ngaben yakni prosesi pemakaman dengan pembakaran jenazah yang merupakan ritual utama dalam tradisi pemakaman Hindu.

Baca Juga: Kenapa Perayaan Waisak Identik dengan Bunga Teratai? Dekorasi Megah Lotus Raksasa di Borobudur Penuh Makna Simbolis Perjalanan Hidup Buddha

Namun, di Jember jarang dilakukan Ngaben. Mirip seperti di Bali, ada tempat khusus untuk melakukan prosesi Ngaben dan dilakukan secara massal.

Sebelum dilakukan prosesi Ngaben, jenazah akan dikubur dalam tanah. Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojember, terlihat beberapa orang menggotong keranda jenazah sebelum dimakamkan.

Uniknya, jenazah umat Hindu yang ditandu dalam keranda kayu diputar-putar diputar-putar terlebih dahulu sebelum dikuburkan.

Upacara ini bertujuan untuk menyempurnakan kematian dan mengembalikan roh atau atma ke alamnya, serta melepaskan sang atma dari ikatan duniawi.

Baca Juga: Apa Itu Dwarapala? Inilah Sosok Penjaga Menyeramkan di Bagian Luar Suatu Bangunan Suci Umat Hindu atau Buddha

Jenazah diarak berputar-putar 3 kali berlawanan arah jarum jam, yang melambangkan perpisahan dengan sanak keluarga dan pengembalian unsur Panca Maha Bhuta ke tempatnya masing-masing.

"Jika ada istilah kremasi atau ngaben dalam prosesi pemakaman, itu adalah pilihan dari pihak keluarga," ungkap salah satu narasumber yang tak disebutkan namanya dalam video yang diunggah di kanal YouTube Dharma Jaya.

"Ada sebagian keluarga yang tidak langsung melakukan pembakaran jenazah sehingga dikuburkan prosesi penguburan terlebih dahulu sebelum selanjutnya akan dilaksanakan upacara ngaben massal," imbuhnya.

Baca Juga: Rutin Jelang Hari Suci Nyepi, Intip Sejarah Ogoh-Ogoh yang Jadi Salah Satu Daya Tarik di Pulau Bali, Sudah Ada Sejak Tahun 1983

Prosesi arak-arakan mengantarkan jenazah dan selama prosesi pemakaman, dibacakan mantra-mantra Hindu yang dilantunkan untuk memberikan penghiburan bagi yang berduka sekaligus memberikan kedamaian bagi arwah.

"Kalau dalam mantra ini biasanya dibacakan ketika mengantarkan orang tang meninggal sebagai penghormatan terakhir, kalau dalam muslim mungkin seperti 'Laailahailallah' yang diucapkan saat mengantarkan jenazah ke tempat penguburan," ungkap salah satu umat Hindu.

Halaman:

Tags

Terkini