jelajah

Desa Wisata Komodo, Satu-satunya Pemukiman Manusia di tengah Habitat Komodo, Destinasi Wisata Alternatif di Manggarai Barat, NTT

Jumat, 16 Mei 2025 | 13:00 WIB
Melihat komodo di habitat aslinya yang berdampingan dengan masyarakat Desa Komodo. (freepik/vladimircech)

 

SketsaNusantara.id - Mungkin tidak terbayang bagi sebagian besar orang bagaimana rasanya hidup “berdampingan” dengan satwa liar, apa lagi predator elit sekelas komodo.

Komodo dikenal sebagai naga purba yang tangguh dengan giginya yang runcing dan mampu mengoyak apa pun, serta air liur beracun nan mematikan, rasanya sulit memberanikan diri untuk mengamati hewan tersebut dari dekat.

Tetapi rupanya ada sebuah perkampungan kecil di Pulau Komodo bernama Desa atau Kampung Komodo yang telah bertahun-tahun hidup bersama kadal raksasa tersebut.

Baca Juga: Jelajah Gunung Api Purba hingga Terlibat Kegiatan Seru Masyarakat di Nglanggeran, Desa Wisata Kelas Dunia

Desa Komodo atau Desa Wisata Komodo secara administrasi termasuk ke dalam Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube @Jelajah Bumi, desa ini berada di tepi pulau dan merupakan satu-satunya pemukiman manusia di sana.

Masyarakat Desa Komodo yang hanya berjumlah sekitar 1.800 orang itu hidup tentram meski berada di habitat yang sama dengan komodo.

Baca Juga: Rekomendasi Desa Wisata untuk Destinasi Liburan Natal dan Tahun Baru 2025, Ada 4 yang Dapat Pengakuan Dunia

Sejatinya, mereka tidak saling mengganggu karena komodo hanya berburu hewan-hewan seperti rusa, kambing, atau kerbau.

Komodo hanya turun ke pemukiman warga bila mencium bau darah ternak yang disembelih dari jauh dan hanya segelintir saja kasus komodo menyerang warga setempat.

Desa Komodo juga merupakan desa wisata. Wisatawan yang ingin melihat komodo bisa berkunjung ke sini selain di Taman Nasional Komodo (TNK).

Baca Juga: Miliki Luas Wilayah 414.019 Hektare, Desa Wisata di Situbondo Ini Masyarakatnya Punya Jiwa Pluralisme yang Tinggi, Lokasinya...

Bahkan kabarnya, jumlah komodo yang bisa dilihat lebih banyak dan aktif dibanding yang ada di TNK. Kemungkinan karena mereka lebih “liar” dan tidak sejinak komodo-komodo yang sering bertemu dengan turis.

Halaman:

Tags

Terkini