Kompor yang tak henti menyala, asap yang membumbung tinggi, dan wangi yang menyeruak ke indera penciuman, membuat siapa pun yang lewat langsung mengalihkan pandangan.
Tak jauh dari barisan penjual kue ini, penulis juga menyaksikan antrian mengular para penyuka jamu. Minuman dalam berbagai olahan bahan-bahan alami seperti jahe, gula merah, kayu manis, cengkeh, dan lain-lain terlihat tak sepi peminat.
Semua tamu bahkan harus mengambil nomor antrian terlebih dahulu agar mendapatkan pelayanan sesuai antriannya.
Keseruan ini kemudian ditambah dengan banyak sekali warung yang menjajakan makanan berkuah seperti soto, serta pilihan lauk, sayur, dan aneka masakan sederhana, yang bisa dipilih dan diambil sendiri oleh pengunjung.
Bahkan nasipun bebas diambil sesuai dengan keinginan. Antriannya dan kesibukan penjual sungguh luar biasa.
Tak heran jika terlihat banyak kerumunan publik yang duduk sembari menikmati santapan istimewa ala Pasar Ngasem yang dulunya merupakan pasar khusus burung yang terbesar di Yogyakarta
Berkeringat tentunya bukan masalah. Apalagi setiap asupan ditawarkan dengan harga yang sangat ramah di kantong.
Lagi berada atau berlibur di Yogyakarta? Jangan lupa luangkan waktu untuk blusukan dan menemukan banyak hal seru di Pasar Ngasem Yogyakarta.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!