Tetapi seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, sosok Ta Butaan menjadi bagian dari seni pertunjukan.
Doa dan mantra yang dirapalkan dalam upacara itu diiringi oleh alat musik dari lesung atau ronjengan yang dipukul.
Ada juga penampilan wayang kulit atau seni ludruk yang ditampilkan sebagai penutup acara saat malam harinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini