SketsaNusantara.id- Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947 merupakan momen paling ditunggu oleh masyarakat Hindu.
Salah satunya masyarakat Bali yang tak pernah absen merayakan serangkaian peringatan tersebut.
Adapun penampilan jelang Hari Suci Nyepi adalah iring-iringan ogoh-ogoh. Penasaran dengan sejarah tradisi itu?
Diketahui bahwa tahun ini Hari Suci Nyepi jatuh pada 29 Maret 2025. Maka perayaan ogoh-ogoh jatuh pada 28 Maret 2025.
Ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali yang berarti digoyang-goyangkan. Tradisi ini sudah ada sejak tahun 1983.
Maka sejak sejarah awal itu terukir di Pulau Bali. Maka presiden mengeluarkan keputusan bahwa Hari Suci Nyepi adalah hari libur nasional.
Baca Juga: Penonton Auto Kalang Kabut, Cek Penyebab Ogoh-Ogoh Nyaris Terbakar Habis saat Karnaval di Cirebon
Karena sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat Bali untuk merayakan ogoh-ogoh di berbagai penjuru.
Sebagaimana seperti penampilannya bahwa iring-iringan tersebut merupakan karya seni patung.
Yakni menggambarkan kepribadian Bhuta Kala dalam ajaran Hindu Dharma. Bhuta Kala merepresantasikan kekuatan alam semesta yang tak terbantahkan.
Baca Juga: Merawat Ingatan, Menanam Semangat: Ketika Sejarah Dihidupkan di Layar dan Panggung Unipdu Jombang
Patung ini kerap ditemui dalam bentuk yang besar dan menakutkan. Bahkan muncul mitologi lainnya bahwa bentuknya seperti naga sampai gajah.
Tradisi ini penting dalam rangkaian Hari Suci Nyepi. Sebagai simbol insyafnya manusia akan alam semesta.