Minggu, 19 Juli 2026

Salah Kaprah! Tradisi Kenduri Hari ke-3, 7, 40, 100, dan 100 Bukan Pengaruh Hindu-Budha tapi Warisan Islam Nusantara, Begini Faktanya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 Februari 2025 | 06:00 WIB
Fakta tradisi kenduri kematian ternyata bukan berasal dari Hindu-Budha. (Tangkap layar Youtube KEVIN ADYATMA CHANEL)
Fakta tradisi kenduri kematian ternyata bukan berasal dari Hindu-Budha. (Tangkap layar Youtube KEVIN ADYATMA CHANEL)

S.Q. Fatimy juga mengungkap bahwa Islam di Champa bermazhab Syiah. Salah satu pengaruhnya terlihat dalam istilah kenduri yang berasal dari bahasa Persia, yaitu kanduri, sebuah tradisi doa dan makan-makan untuk memperingati Fatimah az-Zahrah.

Dari situlah, tradisi kenduri menyebar ke Nusantara dan mengalami asimilasi dengan budaya setempat.

Sejarah juga mencatat bahwa pada abad ke-15, terjadi gelombang pengungsian besar-besaran dari Champa ke Nusantara akibat serbuan Vietnam.

Banyak Muslim Champa yang menetap di Jawa, membawa serta adat dan tradisi mereka, termasuk peringatan kematian dalam bentuk kenduri.

Jadi, anggapan bahwa tradisi kenduri dalam Islam di Indonesia berasal dari ajaran Hindu-Buddha adalah keliru.

Sebaliknya, tradisi tersebut merupakan warisan Islam Champa yang berakar kuat dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Atlas Wali Songo, Agus Sunyoto, Pustaka Iman, Jakarta, 2014

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X