S.Q. Fatimy juga mengungkap bahwa Islam di Champa bermazhab Syiah. Salah satu pengaruhnya terlihat dalam istilah kenduri yang berasal dari bahasa Persia, yaitu kanduri, sebuah tradisi doa dan makan-makan untuk memperingati Fatimah az-Zahrah.
Dari situlah, tradisi kenduri menyebar ke Nusantara dan mengalami asimilasi dengan budaya setempat.
Sejarah juga mencatat bahwa pada abad ke-15, terjadi gelombang pengungsian besar-besaran dari Champa ke Nusantara akibat serbuan Vietnam.
Banyak Muslim Champa yang menetap di Jawa, membawa serta adat dan tradisi mereka, termasuk peringatan kematian dalam bentuk kenduri.
Jadi, anggapan bahwa tradisi kenduri dalam Islam di Indonesia berasal dari ajaran Hindu-Buddha adalah keliru.
Sebaliknya, tradisi tersebut merupakan warisan Islam Champa yang berakar kuat dalam sejarah penyebaran Islam di Nusantara.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bisa Jadi Ikhtiar Sembuhkan Segala Macam Penyakit, Inilah Amalan Istimewa Ijazah dari Sunan Gresik Wali Songo
Dikenal Sebagai Sosok Wali Songo Penyebar Islam di Jawa, Inilah 4 Ilmu Kanuragan yang Dimiliki Sunan Kalijaga
Amalan Istimewa untuk Keselamatan dari Syekh Jangkung, Cucu Wali Songo dari Pati yang Penuh Karomah
Napak Tilas Warisan Kerajaan Cirebon, Misteri di Balik Keraton Kasepuhan, Sumur Sumber Manfaat Ini Sampai Pernah Jadi Tempat Wudhu Wali Songo
2 Sisi Terang dari Misteri Poster Wali Songo yang Sering Dijual dan Dipasang di Rumah-Rumah