Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah Kelam Kopi, Komoditas Pribumi yang Mampu Membuat VOC Berjaya dan Rakyat Nusantara Sengsara

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Senin, 2 Desember 2024 | 22:00 WIB
Kopi yang menjadi komoditas tanam paksa VOC  (fp.uniska.kediri.ac.id)
Kopi yang menjadi komoditas tanam paksa VOC (fp.uniska.kediri.ac.id)

Baca Juga: Siapa Berani? Lokasi Film Horor di Trenggalek Ini Punya Pesona Luar Biasa, Rekomendasi Wisata Tahun Baru 2025

Dengan sistem tersebut maka rakyat diwajibkan menanam kopi dan menyetorkan hasilnya ke VOC melalui para penguasa daerah.

Akibat dari berlakunya sistem ini maka Belanda meraup keuntungan yang sangat besar sehingga VOC kala itu menajid produsen kopi terpenting di dunia hingga pertengahan abad ke 19 hingga awal abad ke-20.

Dengan sistem tanam paksa, VOC mampu mengontrol perdagangan kopi global dan mendominasi pasar Eropa dengan kopi kualitas tinggi dari Jawa.

Baca Juga: Siapkan Nyali! Wisata Alam di Garut dengan Sensasi Horor, Cocok untuk Liburan Tahun Baru 2025 yang Super Merinding

Pada saat itu kopi merupakan komoditas yang paling tinggi di Eropa sehingga permintaan kopi dari Jawa dengan kualitas tinggi membuat Belanda meraup keuntungan besar.

Untuk itu petani saat itu ditekan untuk menanam kopi dan menyerahkan sebagin besar kepada VOC, disinilah letak kontrol Belanda melalui penguasa lokal yang sangat merugikan rakyat pribumi.

Rakyat yang biasanya menanam padi dan bahan makanan pokok lainnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga kini harus merelakan sebagian besar lahan serta tenaganya untuk menanam kopi.

Baca Juga: 3 Wisata Religi di Yogyakarta untuk Liburan Natal 2024 dengan Keindahan Budaya dan Penuh Toleransi

Parahnya lagi, mereka diberi target dan jika tak mampu penuhi target dari VOC maka akibatnya bisa fatal karena rakyat akan mendapatkan hukuman atau denda yang besar.

Dampak Tanam Paksa

Sebab berbagai aturan serta tekanan dari VOC tersebut maka tanam paksa menimbulkan berbagai dampak, yakni :

• Eksploitasi Petani

• Krisis Pangan

• Kerja Paksa

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: journal.unindra.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X