Kamis, 4 Juni 2026

Tempat Nongkrong dan Ngaji Santri NU hingga Bung Karno, Jejak Perjuangan Tersembunyi di Surabaya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 4 November 2024 | 13:30 WIB
Ilustrasi. Ada jejak perjuangan tersembunyi di tengah padatnya pemukiman di Kota Surabaya. (kominfo.jatimprov.go.id)
Ilustrasi. Ada jejak perjuangan tersembunyi di tengah padatnya pemukiman di Kota Surabaya. (kominfo.jatimprov.go.id)

SketsaNusantara.id - Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan memiliki beragam peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan.

Salah satunya adalah Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Kemenparekraf.go.id, bangunan berdinding kayu sisik ini didirikan oleh sejumlah ulama pada tahun 1893.

Baca Juga: Kreatif, Guru SD di Surabaya Ini Minta Muridnya Kenakan Topeng Agar Tidak Mencontek saat Ujian, Netizen: Bentar Lagi Masuk TV

Terselip di tengah perkampungan padat dan persimpangan gang, bangunan seluas 29 meter ini punya ciri khas arsitektur tradisional Jawa.

Menurut cerita masyarakat, Langgar Dukur Kayu dulunya sering digunakan para pahlawan sebagai tempat berkumpul untuk menyusun strategi melawan sekutu.

Di lantai bawah langgar ini, pemuda-pemuda Ansor dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul bersama tokoh-tokoh pergerakan, termasuk HOS Cokroaminoto, untuk berunding dan membahas perlawanan terhadap penjajah.

Baca Juga: Detik-Detik 10 November 2024! Apakah Ada Hari Libur Nasional Hingga Cuti Bersama Untuk Hari Pahlawan Warga Indonesia?

Langgar Dukur Kayu juga memiliki kisah tentang sosok penting Indonesia, Soekarno alias Bung Karno.

Dikisahkan bahwa di langgar ini, Soekarno pernah belajar mengaji saat masih kecil. Salah satu guru mengaji Soekarno, Mbah Pitono, dimakamkan tidak jauh dari langgar, di gang III Kampung Peneleh.

Langgar ini diresmikan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 10 November 2019.

Baca Juga: 13 Ucapan Hari Pahlawan 2024, Cocok untuk Caption Medsos, Sebarkan Semangat Pejuang NKRI

Hingga kini, Langgar Dukur Kayu tetap aktif digunakan oleh masyarakat sebagai tempat ibadah. Selain shalat, langgar ini juga menjadi tempat pengajian, tarawih, dan latihan hadrah bagi warga sekitar.

Bagi warga Surabaya dan pengunjung, Langgar Dukur Kayu bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga simbol identitas Kota Pahlawan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X