Emperan merupakan sebuah penghubung antara pringitan dan omah njero, di mana biasanya terdapat sepasang kursi kayu serta meja.
Baca Juga: Wisata Petualangan di Jember, Punya Jalur Pendakian Terpanjang dan Terpencil di Pulau Jawa
Selain itu juga dapat dikatakan sebagai teras depan karena lebarnya diperkirkan menvapai 2 meter.
Fungsi emperan ini biasanya dipakai untuk menerima tamu, tempat bersantai, serta kegiatan publik lainnya.
4. Omah Dalem
Omah Dalem diketahui memiliki nama atau penyebutan lainnya seperti omah mburi, dalem ageng, atau omah saja.
Menurut orang Jawa, kata omah biasanya digunakan sebagai istilah yang mencakup arti kedomestikan atau sebuah unit tempat tinggal.
5. Senthong-Kiwa
Bagian tersebut ada di sebelah kiri yang terdiri atas beberapa ruangan dengan fungsi sebagai kamar tidur, gudang, tempat menyimpan persediaan makanan, dan lain-lainnya.
6. Senthong Tengah
Bagian Senthong juga terletak yang agak jauh di bagian dalam rumah, dan hal itu membuatnya dimanfaatkan untuk menyimpan harta keluarga, pusaka semacam keris, dan lainnya juga.
7. Senthong-tengen
Fungsi ataupun pembagian ruangannya, Senthong-tengen ternyata sama atau mirip seperti senthong kiwa.
8. Gandhok
Fandhok adalah sebuah bangunan tambahan dari rumah joglo yang lokasinya mengitari sisi belakang dan samping bangunan inti.
Artikel Terkait
Hewan Santapan Khusus Para Raja Jawa Kuno Ini Dikebiri Sebelum Disantap, Salah Satunya Hewan Bermoncong Ini
Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya
Mengenal Situs Petirtaan Ngawonggo di Malang, Ternyata Berkaitan dengan Pendidikan Jawa Kuno?
Kapal Jung Jawa Kuno: Raksasa Maritim Nusantara yang Mengubah Sejarah Kerajaan, Milik Siapa?
Mitologi Dewi Sri atau Dewi Padi, Lambang Kesuburan dalam Makna Kepercayaan Masyarakat Jawa Kuno, Ada Tempat Khusus di Setiap Rumah!