Jumat, 5 Juni 2026

Pernah Jadi Kos-kosan, Hotel, dan Toko Bunga, Ada Apa Saja di Museum Sumpah Pemuda?

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Jumat, 25 Oktober 2024 | 18:00 WIB
Museum Sumpah Pemuda 1928. (Instagram.com/@museumsumpahpemuda)
Museum Sumpah Pemuda 1928. (Instagram.com/@museumsumpahpemuda)

Pengunjung museum dapat melihat langsung foto-foto kegiatan organisasi pemuda, bendera, dan biola milik WR Supratman, komponis pencipta lagu Indonesia Raya.

Museum ini didirikan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta tahun 1972 dan menjadi benda cagar budaya nasional.

Menariknya, gedung bersejarah ini adalah rumah tinggal yang didirikan pada abad ke-20.

Gedung tersebut disewa oleh pelajar Stovia di zaman Hindia Belanda dan menjadi semacam basecampp oleh organisai-organisasi kepemudaan.

Dengan kata lain, gedung tersebut menjadi tempat kos-kosan sekaligus ruang berkumpul dan berdiskusi anak-anak muda di masa itu.

Bangunan ini juga ternyata pernah menjadi toko bunga dan hotel sebelum dijadikan museum.

Di bawah naungan Indonesia Heritage Agency, dilakukan penyesuaian tarif masuk ke museum dan cagar budaya termasuk bangunan ini.

Untuk masuk ke Museum Sumpah Pemuda, tarif bagi anak-anak sebesar Rp3000, orang dewasa Rp5000, dan Warga Negara Asing (WNA) Rp25.000.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X