Sabtu, 27 Juni 2026

Kenapa Gunung Tidar Disebut Paku Tanah Jawa? Ternyata Berkaitan dengan Makam Syekh Subakir di Magelang!

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 22 Oktober 2024 | 21:00 WIB
Potret puncak Gunung Tidar di Magelang (YouTube Keluarga Arif Com ID)
Potret puncak Gunung Tidar di Magelang (YouTube Keluarga Arif Com ID)

 

SketsaNusantara.id - Gunung Tidar di Magelang tiba-tiba jadi sorotan usai rencana Presiden Prabowo Subianto menggelar pembekalan bagi para menteri Kabinet Merah Putih.

Bagi kalangan militer seperti Presiden Prabowo Subianto, Gunung Tidar menjadi ‘kawah candradimuka’, tempat di mana Akademi Militer berada.

Beda lagi dengan masyarakat sekitar yang menganggap Gunung Tidar sebagai salah satu landmark dari Kota Magelang.

Baca Juga: Gabungan dari 'Mati' dan 'Modar'! Inilah 5 Keunikan dari Gunung Tidar Magelang yang Ditutup karena Kegiatan Kepresidenan Mulai Tanggal 22-27 Oktober

Sementara itu, bagi penikmat sejarah dan legenda Nusantara, Gunung Tidar menjadi salah satu kepingan menarik baik dalam kisah kerajaan maupun penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Hal ini tak lepas dari anggapan bahwa Gunung Tidar merupakan paku Tanah Jawa.

Kenapa Gunung Tidar disebut Paku Tanah Jawa meski tingginya hanya 503 meter di atas permukaan laut?

Baca Juga: 3 Fakta Menarik Gunung Tidar, Lokasi Kegiatan Kepresidenan yang Sementara Ditutup hingga 27 Oktober 2024

Julukan ini rupanya berkaitan dengan sosok Syekh Subakir yang makamnya berada di Gunung Tidar.

Dikutip SketsaNusantara.id dari video di akun TikTok @gejapramono, legenda Gunung Tidar sebagai paku Tanah Jawa sudah ada sejak dulu kala.

Konon saat itu, Pulau Jawa masih terombang ambil di Samudera sehingga harus dipaku di tengah-tengah pulaunya.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Lembah Tidar? Tempat Menteri Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto Digembleng

Sayangnya, lokasi yang diyakini sebagai tengah-tengah Pulau Jawa ini dihuni oleh makhluk jahat.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: TikTok @gejapramono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X