SketsaNusantara.id- Pesanggrahan Warungboto adalah pesanggrahan yang berlokasi di antara Kalurahan Rejowinangun di Kemantren Kotagede dan Kalurahan Warungboto di Kemantren Umbulharjo.
Saat ini, sisa bangunan utama dari Pesanggrahan Warungboto ada di Jalan Veteran No. 77, Kalurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Kemudian di Kalurahan Rejowinangun sendiri terdapat benteng Pesanggrahan Warungboto yang berada di sebelah timur Sungai Gajah Wong.
Ternyata, situs tersebut mempunyai nama asli Pesanggrahan yang digunakan sebagai sebuah pemandian dan pesanggrahan atau tempat peristirahatan berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari website p2k.stekom.ac.id.
Pembangunan awal dari Pesanggrahan Warungboto ini dilakukan oleh Gusti Raden Mas Sundara saat ia bergelar putra mahkota Hamengkubuwana I, hingga memasuki masa pemerintahannya dalam memimpin kesultanan.
Sejumlah sumber primer seperti Tidjschriff voor Nederlandsch Indie, Serat Rerenggan, serta Babad Momana menuliskan bahwa pesanggrahan itu mulai didirikan sejak tahun 1711 Jawa atau 1785 Masehi.
Baca Juga: Mengenal Sosok Raden Patah dan Bagaimana Perananya dalam Penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa
Menurut penjelasan Merle Calvin Ricklefs, eksistensi berbagai pesanggrahan di Kota Yogyakarta, termasuk Pesanggrahan Warungboto sendiri tak bisa dipisahkan dari pendirian Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan juga dampak dari penandatanganan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755.
Selanjutnya terkait bangunan situs tersebut terbagi atas dia bagian, yakni di sisi barat dan timur dari letak Sungai Gajah Wong.
Pesanggrahan Warungboto dibangun di sebelah barat dan timur sungai dengan memanfaatkan tangga bertingkat sungai antara area bangunan sisi timur dengan bangunan di sisi barat sungai, serta mempunyai sumbu imajiner yang membujur dari timur ke barat.
Selain itu, situs ini dilengkapi fasilitas lainnya seperti kolam, taman, dan kebun demi kenyamanan dan ketenangan sultan beserta kerabatnya yang singgah disana.
Pada awalnya, situs pesanggrahan itu hanyalah sebuah reruntuhan dan puing bangunan yang kurang terawat, namun berubah setelah dilaksanakan renovasi dan pemugaran oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) D.I. Yogyakarta pada 23 Desember 2016.
Artikel Terkait
Inilah 9 Peninggalan Penting di Area Situs Karangkamulyan yang Berasal dari Era Kerajaan Galuh, Ada Pemandian Putri Raja!
Dari Jember hingga Pasuruan, Inilah 8 Kota Santri di Jawa Timur
3 Fakta Maluku Utara, Provinsi Paling Bahagia hingga Punya Maldives Versi Indonesia
Cerita Panji, Kisah Cinta Populer dari Tanah Jawa yang Terpahat di Candi Era Majapahit, Karya Sastra Bernuansa Nusantara
Mitologi Dewi Sri atau Dewi Padi, Lambang Kesuburan dalam Makna Kepercayaan Masyarakat Jawa Kuno, Ada Tempat Khusus di Setiap Rumah!
Apa Itu Dwarapala? Inilah Sosok Penjaga Menyeramkan di Bagian Luar Suatu Bangunan Suci Umat Hindu atau Buddha