Minggu, 19 Juli 2026

Dari Jember hingga Pasuruan, Inilah 8 Kota Santri di Jawa Timur

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 14:00 WIB
Ilustrasi, Kota Santri di Jawa Timur. (Pexels.com/Irgi Nur Fadil)
Ilustrasi, Kota Santri di Jawa Timur. (Pexels.com/Irgi Nur Fadil)

SketsaNusantara.id - Kota Santri adalah julukan untuk kota-kota di Indonesia yang dikenal sebagai pusat pendidikan Islam, khususnya pesantren, yang mendominasi kehidupan sosial masyarakatnya.

Julukan tersebut merefleksikan tingginya aktivitas keagamaan dan tradisi Islam yang kuat di kota tersebut.

Dilansir SketsaNusantara.id dari NU.or.id, istilah 'santri' sangat lekat pada kaum nahdliyin dan umumnya dinisbatkan kepada mereka yang tengah menimba ilmu agama Islam di sebuah tempat bernama pesantren.

Baca Juga: Bongkar Sosok Tukang Sapu Santri Terbaik Sunan Ampel, Punya Karomah Paling Unik, Terbukti dari 9 Makam Misterius

Santri, sebagai murid-murid pesantren, menjadi simbol identitas kota yang berlandaskan nilai-nilai religius dan pendidikan Islam.

Julukan Kota Santri di Indonesia memang tidak hanya pada satu wilayah. Namun, Provinsi Jawa Timur kerap disebut sebagai basisnya para santri.

Tak heran jika ada banyak wilayah di provinsi tersebut yang identik dengan kaum santri.

Baca Juga: Kisah Santri Sunan Kalijaga, Asik Cari Ikan di Hari Jumat, Mendadak Berubah Wujud Jadi Kera Ekor Panjang

Sejumlah wilayah di Jawa Timur ini lekat dengan tradisi pesantren sehingga banyak orang melabelinya dengan julukan Kota Santri.

1. Kabupaten Ponorogo

Di wilayah Kabupaten Ponorogo, terdapat Pesantren Modern Darussalam Gontor yang sangat terkenal.

Namun, bukan itu satu-satunya pondok pesantren di wilayah tersebut. Masih banyak pesantren lainnya seperti Pondok Pesantren Wali Songo, Pondok Pesantren Al-Islam, Pondok Pesantren Al-Hikmah, dan lain-lain.

Baca Juga: Apakah KH Hasyim Asy'ari Masih dalam Garis Keturunan dengan Wali Songo? Mengenal Sosok Ulama dan Guru Besar Para Santri di Indonesia

Keberadaan lembaga-lembaga pendidikan Islam di sana pun menguatkan akar dan tradisi ke-Islaman masyarakat setempat.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X