Tempat itu dikenal dengan nama Pasrean (tempat Dewi Sri) yang biasanya terletak di tengah rumah mereka, dimana tujuannya adalah agar memperoleh kemakmuran.
Tempat khusus tersebut dihiasi dengan ukiran ular dan patung loro blonyo, serta terkadang dilengkapi pula dengan peralatan pertanian seperti ani-ani atau arit kecil dan sejumput padi.
Patung loro blonyo itu diyakini sebagai perwujudan Dewi Sri dan Sedhana atau Kamaratih dan Kamajaya dimana hal itu adalah lambang kemakmuran, kebahagiaan, serta kerukunan dalam kehidupan rumah tangga atau hubungan suami-istri.
Selain itu, di Pasrean yang berada di ruang tengah atau "Songgo Tengah" tersebut sering diberikan sesajen kecil sebagai bentuk persembahan bagi Dewi Sri.
Sementara itu di kalangan masyarakat petani di pedesaan Jawa, terdapat tradisi melarang dan menganggu atau bahkan mengusir ular yang masuk ke dalam rumah.
Ular yang masuk ke dalam rumah tersebut justru dihormati dan diberikan persembahan oleh si penghuni sampai hingga ular ini pergi dengan sendirinya.
Mereka menganggap bahwa tradisi itu adalah sebuah pertanda baik dimana panen di waktu mendatang akan berhasil dengan hasil yang melimpah.
Kemudian saat upacara slametan untuk menanam padi, para petani akan melibatkan dukun yang nantinya akan mengelilingi desa dengan keris gaib dengan tujuan mendapatkan berkat atas bibit padi yang akan ditanam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya
Kisah Cinta Berdarah Sunan Muria dan Dewi Roroyono, Rela Khianati Sahabat Demi Turuti Hawa Nafsu
Makam Raden Supeno Ada di Mana? Putra Sunan Giri dengan Dewi Wardah yang Terbunuh di Usia Muda Lokasinya di...
Misteri Petirtaan Dewi Sri di Magetan Sebagai Peninggalan Mataram Kuno, Konon Katanya Penuh Keajaiban
Mengenal Situs Petirtaan Ngawonggo di Malang, Ternyata Berkaitan dengan Pendidikan Jawa Kuno?
Kapal Jung Jawa Kuno: Raksasa Maritim Nusantara yang Mengubah Sejarah Kerajaan, Milik Siapa?