Minggu, 19 Juli 2026

Mitologi Dewi Sri atau Dewi Padi, Lambang Kesuburan dalam Makna Kepercayaan Masyarakat Jawa Kuno, Ada Tempat Khusus di Setiap Rumah!

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Minggu, 13 Oktober 2024 | 21:45 WIB
Patung Dewi Sri atau Dewi Padi  (Instagram.com/@harry_harry108)
Patung Dewi Sri atau Dewi Padi (Instagram.com/@harry_harry108)

Tempat itu dikenal dengan nama Pasrean (tempat Dewi Sri) yang biasanya terletak di tengah rumah mereka, dimana tujuannya adalah agar memperoleh kemakmuran.

Tempat khusus tersebut dihiasi dengan ukiran ular dan patung loro blonyo, serta terkadang dilengkapi pula dengan peralatan pertanian seperti ani-ani atau arit kecil dan sejumput padi.

Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Makanan Rakyat Sejak Zaman Jawa Kuno Ini Justru Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya

Patung loro blonyo itu diyakini sebagai perwujudan Dewi Sri dan Sedhana atau Kamaratih dan Kamajaya dimana hal itu adalah lambang kemakmuran, kebahagiaan, serta kerukunan dalam kehidupan rumah tangga atau hubungan suami-istri.

Selain itu, di Pasrean yang berada di ruang tengah atau "Songgo Tengah" tersebut sering diberikan sesajen kecil sebagai bentuk persembahan bagi Dewi Sri.

Sementara itu di kalangan masyarakat petani di pedesaan Jawa, terdapat  tradisi melarang dan menganggu atau bahkan mengusir ular yang masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Bukan Dewi Sarah Istri Pertama Sunan Kalijaga, Rumah Tangga Penuh Cinta Berakhir Retak setelah Menerima Tamu

Ular yang masuk ke dalam rumah tersebut justru dihormati dan diberikan persembahan oleh si penghuni sampai hingga ular ini pergi dengan sendirinya.

Mereka menganggap bahwa tradisi itu adalah sebuah pertanda baik dimana panen di waktu mendatang akan berhasil dengan hasil yang melimpah.

Kemudian saat upacara slametan untuk menanam padi, para petani akan melibatkan dukun yang nantinya akan mengelilingi desa dengan keris gaib dengan tujuan mendapatkan berkat atas bibit padi yang akan ditanam.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: P2k.stekom.ac.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X