Kamis, 4 Juni 2026

Kisah Haji Bilal Atmojoewana, Pengusaha Batik Asal Yogyakarta yang Meminjamkan Rumahnya ke Kakek Anies Baswedan

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 2 Oktober 2024 | 09:30 WIB
Kisah Haji Bilal, Raja Batik dari Yogyakarta (YouTube lawasanbatik)
Kisah Haji Bilal, Raja Batik dari Yogyakarta (YouTube lawasanbatik)

Baca Juga: 8 Link Twibbon Hari Batik Nasional 2024 Desain Estetik dan Elegan Bernuansa Batik untuk Ucapan di Medsos

Kesuksesan Haji Bilal membuat batiknya yang memiliki ciri khas warna cokelat kelam dijual hingga ke wilayah Batavia hingga Sumatera.

Sayangnya, usaha batik yang memiliki tagline ‘Untung Sedikit, Jual Banyak’ ini tak berlangsung lama.

Setelah Haji Bilal meninggal dunia pada 1948, usahanya hanya mampu bertahan hingga tahun 1960.

Baca Juga: Jadi Kafe Kekinian! Ternyata Bangunan ini Bekas Peninggalan Raja Batik Yogyakarta di Era Kerajaan Mataram yang Super Power, Jujukan Muda-mudi?

Oleh keturunannya, Firma Haji Bilal dibekukan atau berhenti beroperasi.

Sementara beberapa bangunan yang menjadi aset keluarga di jalan KH. Ahmad Dahlan Yogyakarta disewakan kepada pihak kedua.

Menariknya, salah satu rumah milih Haji Bilal Atmojoewana pernah ‘dipinjamkan’ oleh ahli warisnya kepada Abdurrahman Baswedan, kakek Anies Baswedan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini! 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube lawasanbatik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X